Kabar Baik untuk Penderita Diabetes, Penelitian Baru Telah Ditemukan

Jumat, 28 Januari 2022 – 06:52 WIB
Kabar baik dari Daewoong Pharmaceutical telah berhasil menjalani tahapan uji klinis untuk pengobatan diabetes. Ilustrasi alat pengukur gula darah. Foto: Pixabay

jpnn.com, JAKARTA - Kabar baik dari Daewoong Pharmaceutical telah berhasil menjalani tahapan uji klinis untuk pengobatan diabetes.

CEO Jeon Seung-ho dan Lee Changjae mengumumkan hasil dari monoterapi Enavogliflozin dan terapi kombinasi metformin, obat diabetes baru dengan mekanisme penghambatan SGLT-2.

BACA JUGA: 6 Minuman yang Aman Dikonsumsi Penderita Diabetes, Gula Darah Aman Terkendali

Enavogliflozin adalah obat diabetes penghambat SGLT-2 pertama dan baru yang dikembangkan oleh Daewoong Pharmaceutical asal Korea.

"Keberhasilan klinis ini diharapkan akan segera tiba saatnya kita dapat meresepkan obat diabetes domestik terbaik di
kelasnya untuk pasien domestik," ujar Jeon Seung-ho.

BACA JUGA: 4 Manfaat Rebusan Daun Belimbing Wuluh yang Tak Terduga, Selamat Tinggal Diabetes

Dia berharap Enavogliflozin mampu mengurangi ketidaknyamanan pasien diabeter, di samping itu menjamin pertumbuhan perusahaan.

Peneliti utama Profesor Park Kyung-soo dari Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul, dan peneliti dari 22 institusi berpartisipasi dalam uji klinis fase 3 monoterapi ini.

BACA JUGA: 6 Bahaya Sering Konsumsi Buah Manggis, Penderita Diabetes Harus Waspada

Profesor Park Kyung-soo menjelaskan penelitian tersebut melibatkan sebanyak 160 pasien dengan diabetes tipe 2.

Mereka mendapatkan perlakuan penelitian dengan cara multi-organ, acak, tersamar ganda, terkontrol plasebo, dan konfirmasi terapeutik.

"Sebagai hasil konfirmasi titik akhir primer, perbedaan jumlah perubahan HbA1c (HbA1c) antara kelompok Enavogliflozin dan kelompok plasebo pada 24 minggu setelah penerapan obat uji klinis adalah 0,99 persen, yang menjamin signifikansi statistik (P - nilai< 0,001)," jelas Prof. Park Kyung-soo.

Dia menyebut glycated hemoglobin yang dihasilkan ketika terkena konsentrasi glukosa darah tinggi digunakan sebagai indeks gula darah rata-rata.

Hal itu secara langsung berhubungan dengan komplikasi diabetes.

Menurutnya, pada hasil fase 3 terapi kombinasi Enavogliflozin dan metformin yang dilakukan pada 200 pasien diabetes tipe 2 yang memiliki kontrol gula darah tanpa mengonsumsi metformin.

Selain itu, partisipasi peneliti dari 23 institusi, termasuk Profesor Yun Geon-ho dari Rumah Sakit St. Mary Seoul.

Penelitian ditujukkan berdasarkan perubahan hemoglobin terglikasi pada kelompok yang diobati dengan Dapagliflozin dan metformin, dibandingkan non-inferioritas Enavogliflozin dan metformin.

Prof. Park Kyung-soo juga menyebut keamanan Enavogliflozin terkonfirmasi aman karena tidak ada reaksi merugikan atau interaksi obat yang ditemukan.

"Bahkan ketika Enavogliflozin dan metformin dikonsumsi secara bersamaan," ucapnya.

Para peneliti yang berpartisipasi dalam uji klinis juga mengatakan konsumsi Enavogliflozin tunggu sangat aman.

Namun, terapi kombinasi Enavogliflozin dan metformin dipastikan memiliki efek penurun gula darah yang sangat baik dan aman.

Hal itu terbukti dari total 360 pasien di Korea dalam uji coba fase 3.

"Jika efek penurun gula darah yang sangat baik dan keamanan Vogliflozin dikonfirmasi, diharapkan menjadi pilihan pengobatan yang baik untuk pasien diabetes tipe 2," beber peneliti.

Berdasarkan hasil uji klinis tersebut Daewoong Pharmaceutical berencana untuk segera memulai permohonan persetujuan produk dan meluncurkan obat tunggal Enavogliflozin dan kombinasi metformin secara bersamaan pada 2023. Pada

Perusahaan farmasi Korea yang mendirikan pabrik biofarmasi pertama di Indonesia itu menerima persetujuan untuk uji bioekivalensi Fase 1 untuk membandingkan kemanjuran terapi kombinasi dengan Enavogliflozin dan metformin pada 10 Januari 2022. (mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler