Kabar dari Timur Tengah Bikin Harga Minyak Dunia Anjlok Lagi

Senin, 04 April 2022 – 10:08 WIB
Harga minyak dunia tak kuasa menahan gejolak goepolitik setelah Uni Emirat Arab dan kelompok Houthi menyambut baik gencatan senjata. Foto: ANTARA/REUTERS/Lucy Nicholson

jpnn.com, JAKARTA - Harga minyak jatuh dunia hari ini Senin (4/4) dibuka anjlok pada awal perdagangan Asia.

Harga minyak dunia tak kuasa menahan gejolak goepolitik setelah Uni Emirat Arab dan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran menyambut gencatan senjata yang akan menghentikan operasi militer di perbatasan Saudi-Yaman.

BACA JUGA: Update Terkini Harga Minyak Dunia, Ada Kabar Baik dari Amerika

Keadaan itu, mengurangi beberapa kekhawatiran tentang potensi masalah pasokan.

Kerugian awal minggu ini datang setelah harga minyak anjlok sekitar 13 persen minggu lalu-penurunan mingguan terbesar mereka dalam dua tahun-ketika Presiden AS Joe Biden mengumumkan pelepasan cadangan minyak AS terbesar yang pernah ada.

BACA JUGA: Harga Minyak Dunia Jatuh Lagi, Ternyata Ini Penyebabnya

Minyak mentah berjangka Brent turun USD 1,01 atau 1,0 persen, menjadi diperdagangkan di USD 103,38 per barel pada pukul 22.23 GMT.

Minyak mentah berjangka WTI melemah 84 sen atau 0,9 persen, menjadi diperdagangkan di USD 98,43 per barel.

BACA JUGA: Gus Muhaimin Dorong Pertamina Antisipasi Dampak Harga Minyak Dunia yang Terus Meroket

Uni Emirat Arab (UEA) menyambut baik pengumuman gencatan senjata yang ditengahi PBB di Yaman, kantor berita negara UEA WAM melaporkan pada Sabtu (2/4/2022).

Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran, yang telah memerangi koalisi termasuk UEA di Yaman, juga menyambut baik gencatan senjata tersebut.

Gencatan senjata nasional adalah yang pertama selama bertahun-tahun dalam konflik tujuh tahun Yaman dan akan memungkinkan impor bahan bakar ke daerah-daerah yang dikuasai Houthi dan beberapa penerbangan beroperasi dari bandara Sanaa, seorang utusan PBB mengatakan pada Jumat (1/4/2022).

"Ini adalah ancaman terhadap pasokan, dan gencatan senjata akan mengurangi ancaman itu terhadap pasokan," kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group.

Pelaku pasar telah mengkhawatirkan pasokan global sejak invasi Rusia-Ukraiina pada akhir Februari. Sanksi yang dikenakan pada Rusia atas invasi tersebut mengganggu pasokan minyak dan mendorong harga minyak ke hampir 140 dolar AS per barel, tertinggi dalam sekitar 14 tahun.

Pada Kamis (31/3/2022), Biden mengumumkan pelepasan satu juta barel per hari (bph) minyak mentah selama enam bulan dari Mei, yang pada 180 juta barel adalah rilis terbesar yang pernah ada dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) AS.

Pada Jumat (1/4/2022), negara-negara anggota Badan Energi Internasional berkomitmen untuk pelepasan minyak terkoordinasi lainnya dalam pertemuan luar biasa, menurut kementerian industri Jepang.

Namun, Flynn menyebut rilis dari SPR dinilai masih mengundang banyak pertanyaan tentang bagaimana distribusi minyak. "Kita harus menunggu dan melihat," ungkap Flynn.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler