Kabupaten Malang Jadi Kantor Pusat Badan Otorita TN BTS

Senin, 11 September 2017 – 12:21 WIB
Gunung Bromo. Foto: Radar Bromo

jpnn.com, MALANG - Kabupaten Malang yang memiliki kawasan strategis sebagai  penunjang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS) akhirnya ditunjuk sebagai pusat Badan Otorita Bromo Tengger Semeru (BTS). 

Penunjukkan itu telah disampaikan pekan lalu (4/9) dalam rapat koordinasi antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang bersama Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Kemenpar.

BACA JUGA: HAS Hanandjoedin Resmi Layani Penerbangan International

“Sebenarnya kawasan penunjang TN BTS itu kan empat daerah. Nah ternyata Kabupaten Malang lebih siap sebagai kantor Pusat Badan Otorita TN BTS, karena memiliki lahannya,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara, Jumat (8/9). 

Daerah selain Kabupaten Malang yang menjadi kawasan penunjang TN BTS adalah Kabupaten Probolinggo, Pasuruan dan Lumajang. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang dipimpin Arief Yahya juga telah menetapkan TN BTS sebagai salah satu destinasi wisata di antara 10 Bali baru. 

BACA JUGA: Vote Video Indonesia Menyebar hingga MATTA Fair Malaysia

Untuk itulah, kata Made, Kabupaten Malang telah menyiapkan lahan seluas 150 hektar di Kecamatan Wonosari. Tanah itu milik Kabupaten Malang peninggalan Belanda yang dimanfaatkan untuk perkebunan teh.

“Di situ akan dibangun kawasan perkantoran Badan Otorita BTS,” ujarnya. 

BACA JUGA: Menko Kemaritiman Sebut Menpar Arief Yahya Paten

Potensi wisata yang akan dikembangkan selain perkebunan teh juga wana wisata religi Gunung Kawi. Sebab, kawasan itu juga bersinggungan dengan kawasan Gunung Kawi.

Dari keseluruhan luas lahan yang tersedia, 50 hektare di antaranya akan diambil alih oleh Badan Otorita untuk mereka kelola. Sisanya tetap berada di bawah pengawasan Kemenpar. 

Meski demikian, lanjut Made, tetap ada sinergi dengan pemerintah daerah dalam bentuk penyertaan modal. Dengan adanya kawasan penunjang wisata BTS itu maka ujungnya adalah pertumbuhan masyarakat di sekitarnya karena di situ akan banyak hotel, homestay, restoran dan kuliner.

“Perkembangan kawasan itu akan lebih cepat pertumbuhannya, karena dimonitor langsung Kemenpar,’’ ujarnya. 

Made menambahkan, pihaknya saat ini sudah mulai melakukan verifikasi yang menunjang sisi bisnis dan pariwisata untuk dikembangkan khususnya di lokasi wisata religi Gunung Kawi. Di antaranya kesenian lokal sekitar Gunung Kawi, makanan khas masyarakat setempat yang bisa dijual untuk para wisatawan.

“Kami perlu melakukan itu, karena nantinya akan ketemu kuliner, dan kesenian khas masyakarat sekitar Gunung Kawi, yang nantinya bakal menjadi ciri khas di kawasan baru itu,’’ pungkasnya.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Peserta APTFF Yogyakarta Kepincut Layanan Spa Ala Keraton


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler