Kader PDIP Masuk Demokrat, Bakal Jadi Lawan Menantu Jokowi di Pilkada Medan

Jumat, 24 Juli 2020 – 18:22 WIB
Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief. Foto: ANTARA/Aprillio Akbar

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat (PD) Andi Arief Andi Arief mengungkapkan bahwa parpolnya baru saja menerima masuknya Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution sebagai kader.

Akhyar bergabung dengan PD pada 14 Juni lalu. Selanjutnya, partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono itu akan mengusung Akhyar sebagai calon wali kota pada Pilkada Medan 2020.

BACA JUGA: Insyaallah PKS dan Demokrat Satu Kapal di Pilkada Medan, Ini Calonnya

"Sebulan lalu sudah menyatakan masuk Partai Demokrat," kata Andi melalui pesan singkatnya kepada awak media, Jumat (24/7).

Demi memenangkan Akhyar pada Pilkada Medan, PD berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Andi menyebut kemitraan PD-PKS di Medan akan berhadapan dengan koalisi besar partai pengusung Bobby Afif Nasution yang notabene menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

BACA JUGA: Peringatan Keras PDIP untuk Pilwakot Medan, Hasto: Yang Tidak Taat, Silakan Keluar!

"Jadi, Pilkada Kota Medan nanti Demokrat-PKS melawan koalisi besar," ucap Andi.

Sebelumnya, status Akhyar di partai politik menjadi polemik. Hal bermula dari ucapan Presiden PKS Sohibul Iman setelah bertemu pengurus Partai Demokrat.

BACA JUGA: PAN Kunci Dukungan untuk Gibran dan Bobby

Sohibul mengklaim Akhyar sudah menjadi kader Demokrat. Dari situ, PKS dan Demokrat akan berkoalisi di Pilwako Medan mengusung Akhyar.

Klaim itu rupanya berlainan dengan keterangan Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat. Eks Wagub DKI Jakarta itu menegaskan bahwa Akhyar masih berstatus sebagai kader PDIP.

Djarot menyebut Akhyar masih mengikuti rapat DPD PDIP Sumatera Utara pada Minggu lalu (19/7). "Masih (kader PDIP), Minggu malam kemarin masih ikut rapat DPD," kata Djarot dalam pesan singkatnya kepada awak media, Jumat (24/7).

Djarot menegaskan, Akhyar menghadiri rapat itu dengan mengenakan seragam PDIP. Akhyar juga tidak pernah berkomunikasi untuk keluar dari PDIP.

"Pakai seragam partai (saat rapat). Tidak ada (komunikasi untuk izin keluar PDIP)," ucap Djarot.(mg10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler