Kader PDIP Patungan Bayar Honor Saksi TPS

Selasa, 28 Januari 2014 – 14:53 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak merasa kesulitan dalam mempersiapkan saksi di tempat pemungutan suara (TPS) untuk keperluan Pemilu 2014. Karenanya, partai banteng moncong putih itu menolak rencana pemerintah untuk membayar honor saksi partai politik (parpol) peserta pemilu menggunakan dana APBN.

Wakil Sekretaris Jendral PDIP Eriko Sotarduga mengatakan, partainya sudah menyiapkan honor untuk saksi di TPS. Uang untuk honor tersebut berasal dari patungan seluruh elemen partai sampai di tingkat terendah.

BACA JUGA: Mobil Mewah Wawan Jadi Obyek Foto

"Mulai dari DPP sampai anak ranting tingkat RW, beserta seluruh caleg dan dibantu seluruh kader dan anggota partai gotong royong dalam menyiapkan seluruh pendanaan dalam proses pemilu legislatif termasuk dana saksi," kata Eriko melalui pesan pendek, Selasa (28/1).

Eriko mengklaim, dana yang harus dikeluarkan partainya untuk membayar saksi tidaklah besar. Pasalnya, seluruh saksi merupakan kader dari partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut.

BACA JUGA: Ini Daftar Anggota DPR Penerima Dana Hambalang Versi Nazaruddin

"Mereka siap dan ikhlas bekerja dalam penugasan partai, jadi bukan hitung-hitungan secara komersial," ujarnya.

Lebih lanjut Eriko memastikan bahwa kesiapan perangkat, pelaksanaan dan  pendanaan saksi sudah menjadi kewajiban parpol. Ia berharap peserta pemilu lainnya juga dengan senang hati melakukannya sendiri.

BACA JUGA: Gede Pasek Pindah ke PDIP?

"Di PDI Perjuangan termasuk juga menyiapkan kader-kader yang siap dalam tugas agar pemilu berlangsung jujur, adil dan rahasia serta transparan," tandasnya.

Seperti diketahui, pemerintah berencana menggelontorkan dana Rp 700 miliar untuk membayar honor saksi TPS keduabelas parpol peserta Pemilu 2014. Rencanannya, masing-masing saksi akan diberi uang honor sebesar Rp 100 ribu. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pasek: Tadi Saya Masih Absen


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler