Kadis PU Natuna Positif Terjangkiti COVID-19, Ini Riwayat Perjalanannya

Senin, 08 Juni 2020 – 20:14 WIB
Rumah Sakit Umum Provinsi Kepulauan Riau salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID-19. Foto: ANTARA/Nikolas Panama

jpnn.com, PEKANBARU - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Helmi Wahyuda membenarkan dirinya positif terjangkiti COVID-19.

Ia pun menjelaskan riwayat perjalanannya di Riau dan daerah lain hingga akhirnya dirawat di rumah sakit.

BACA JUGA: Tempat Wisata Ini Langsung Ditutup karena Ada Pengunjungnya Positif COVID-19

Melalui pesan aplikasi yang diterima Antara di Natuna, Senin, dia menjelaskan dirinya sudah merasakan kondisi kesehatan menurun sejak Maret 2020, sepulang perjalanan dinas pembahasan DAK di Kota Bandung.

Dari Bandung, ia langsung menuju Kota Batam untuk transit sebelum melanjutkan penerbangan ke Natuna.

BACA JUGA: Warga Natuna yang Positif COVID-19 Itu Sempat Pelesiran ke Tempat Wisata di Riau, Begini Penjelasannya

Namun, karena dalam pesawat ia demam dan mengeluhkan dingin, maka diputuskan untuk tidak kembali ke Natuna melainkan ke Pekanbaru untuk berobat.

"Saya putuskan ke Pekanbaru dan membatalkan tiket ke Natuna untuk melakukan check up dan kebetulan keluarga saya ada di Pekanbaru, biar saya bisa dirawat oleh keluarga, karena saya takut terinfeksi virus corona," kata dia.

BACA JUGA: Mayat di Pinggir Jalan Itu Ternyata Bernama Windri, Polisi Sebut Korban Pembunuhan Berencana

Dalam pemeriksaan kesehatan, ia dinyatakan menderita demam berdarah dan sempat melakukan perawatan selama empat hari, sebelum kembali ke Natuna.

Kemudian, pada 11 April 2020, ia kembali ke Pekanbaru untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ulang.

"Setelah saya sampai di Pekanbaru ternyata tanggal 15 April Permerintah Kota Pekanbaru melaksanakan PSBB dan penerbangan sudah dihentikan, sehingga saya tidak bisa pulang ke Natuna sampai akhir Mei setelah Lebaran," katanya bercerita.

Sambil menunggu informasi transportasi, pada 29 Mei, ia mengikuti tes cepat COVID-19 di rumah sakit swasta di sana dan hasilnya reaktif.

Bahkan dirinya sampai dua kali melakukan tes cepat di rumah sakit berbeda untuk meyakinkan diri dan hasilnya tetap reaktif.

Karena itu, dirinya memutuskan melaksanakan tes swab pada 30 Mei 2020. Sambil menunggu hasilnya, ia menjalani karantina mandiri di rumah.

"Saya jalankan sesuai prosedur protokol kesehatan agar keluarga saya tidak tertular," kata dua.

Pada 3 Juni 2020, ia dinyatakan positif COVID-19.

BACA JUGA: Suparmin Pinjam Mobil Tetangga, Tak Kunjung Dikembalikan, Oh Ternyata

"Alhamdulillah kondisi saya sampai saat ini sangat baik dan tidak ada keluhan sama sekali," kata dia.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler