JPNN.com

Kaesang Effect: Proporsi PSI Tertinggi dalam Memenangkan Prabowo-Gibran

Oleh: Adjie Masaid

Minggu, 05 Mei 2024 – 16:38 WIB
Kaesang Effect: Proporsi PSI Tertinggi dalam Memenangkan Prabowo-Gibran - JPNN.com
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep saat kampanye akbar 'Mawar Melawan` di Stadion Mini Parigi Lama, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, Kamis (25/1/2024). Foto: dok PSI

jpnn.com, JAKARTA - Pemilu 2024 sudah selesai. Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah memutuskan dan menetapkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Presiden terpilih Republik Indonesia 2024-2029.

Ihwal tujuh parpol pengusung pasangan calon presiden-wakil presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, pada Pemilu 2024, PSI menjadi parpol yang tertinggi limpahan suara pemilih memenangkan Prabowo-Gibran.

BACA JUGA: Plt Ketum PPP Bergabung dengan Elite Parpol Pendukung Prabowo, Duduk Dekat Kaesang

Analisis Harian Kompas (15/4/2024), untuk mengukur kontribusi parpol dalam andil terhadap suara Prabowo-Gibran, perlu ditelisik lebih lanjut bagaimana sumbangan suara pemilih partai terhadap suara yang masuk untuk pasangan capres dan cawapres.

Salah satu data yang dapat digunakan untuk melihatnya adalah hasil survei pascapencoblosan (exit poll).

BACA JUGA: Kaesang Maju Pilkada DKI? NasDem Bilang Begini

Data survei exit poll yang dikumpulkan saat pemungutan suara dapat menggambarkan persilangan antara pemilih Prabowo-Gibran dengan partai politik pilihan responden.

Sudut pandang pertama kontribusi menurut Analisis Harian Kompas itu, yaitu sudut pandang limpahan pemilih masing-masing partai terhadap pilihan presidennya. 

BACA JUGA: Kaesang Berpotensi Maju Pilgub DKI, PKB: Tidak Perlu Dikhawatirkan

Dalam sudut pandang pertama, dari seluruh responden yang mengaku memilih Gerindra, sebanyak 87,61 persen menyatakan memilih pasangan Prabowo-Gibran.

Jumlah ini sekaligus menjadi yang paling tinggi dibandingkan pemilih parpol lainnya. Dengan kacamata yang sama, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berada di posisi kedua.

Sebanyak 82,55 persen pemilih PSI mengaku memilih pasangan capres nomor urut 02 tersebut.

Angka ini relatif jauh di atas Demokrat dengan 70,47 persen responden yang memilih Prabowo-Gibran, lalu Golkar sebesar 69,55 persen, serta PAN dengan 64,60 persen.

Jadi, Gerindra dan PSI menjadi partai yang paling berhasil menjaga suara pemilihnya agar tidak lari ke paslon lain.

Sebaliknya, meskipun tetap di atas 60 persen suara yang masuk untuk Prabowo-Gibran, terdapat sekitar 30-35 persen suara pemilih Golkar, Demokrat, dan PAN yang mengalir ke dua paslon lain.

Faktor Prabowo sebagai Ketum Gerindra dan Kaesang sebagai Ketum PSI juga menjadi faktor signifikan limpahan suara pemilihnya tidak kabur ke paslon lain.

Tentu hal itu sulit juga dilepaskan faktor efek Jokowi, efek Prabowo dan efek Gibran sehingga Prabowo-Gibran menang satu putaran.

Pada efek Gibran, sumbangan faktor Pemilih Mula (pemilih yang baru kali ini melakukan pencoblosan).

Berdasarkan riset Litbang Kompas (21/02/2024) pada estimasi hasil survei, sumbangan terhadap kemenangan Prabowo-Gibran tidak lepas dari kalangan pemilih mula, dalam pemilu kali ini diperkirakan sebanyak 13 persen besarannya.

Dari hasil pencermatan survei sebelum pemilu, tampak terjadi peningkatan dukungan yang signifikan pada Prabowo, khususnya terjadi sesaat setelah Prabowo dipasangkan dengan Gibran, sesaat setelah dipasangkan dengan Gibran, dukungan kaum muda menjadi berlipat.

Pada Desember misalnya, data menunjukkan lebih dari separuh (55,6 persen) pemilih pemula menyatakan akan memilih Prabowo-Gibran.

Riset Litbang Kompas itu menunjukkan proporsi dukungan pemilih pemula tersebut semakin meningkat pada saat pemungutan suara.

Berdasarkan hitungan survei pasca-pencoblosan, diperkirakan 67,1 persen pemilih pemula mendukung Prabowo-Gibran.

Jadi, jika dikonversikan pada total jumlah pemilih mula pada pemilu kali ini, peningkatan elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran menjadi semakin signifikan.

Setidaknya, pasangan ini mendapatkan dukungan suara berkisar 6,8-9,0 persen dari kalangan pemilih mula.

Kaesang Effect

Selain itu, tidak diragukan pula, efek Kaesang juga menjadi salah satu penentu penting kenapa suara generasi muda lebih banyak memilih Prabowo-Gibran.

Selain faktor figur muda Kaesang yang sudah populer di media sosial, dorongan Kaesang, terutama kepada kader-kader muda PSI di seluruh Indonesia juga faktor signifikan yang dapat kita temukan jejak berita instruksinya di berbagai daerah, supaya memenangkan Prabowo-Gibran.

Kemudian, tentu jika melihat hasil analisis Kompas mengenai proporsi pemilih Prabowo-Gibran berdasarkan pilihan parpol, instruksi Kaesang melahirkan gerakan-gerakan politik kader-kader PSI di daerah mengeksekusi kemenangan Prabowo-Gibran.

Safari politik Kaesang yang bisa terbilang singkat tapi memiliki efek kejut yang luar biasa bagi kemenangan Prabowo-Gibran.

Bagi PSI, ada pernyataan di media terdengar, andai Kaesang jauh sebelum menjelang Pemilu menjadi Ketum PSI, partai itu pasti masuk Senayan, bahkan bisa melewati beberapa partai yang sebelumnya pernah duduk di parlemen.

Hal itu bisa jadi terbukti, soalnya, baru terhitung beberapa minggu Kaesang menjadi ketum, kursi PSI di daerah meningkat tajam, sebelumnya 73 Kursi, naik signifikan menjadi 183 Kursi DPRD. Artinya, Kaesang Effect sulit dibantah kontribusinya untuk kemenangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024. Sekian.

Penulis Adalah Kader Perhimpunan Rakyat Progresif (PRP) dan Lulusan Jurusan Akuntansi Universitas Dehasen Bengkulu


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler