KAI Target Raih Pendapatan Rp 10 Triliun

Selasa, 27 September 2016 – 10:36 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA-PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan pendapatan sebesar Rp 10 triliun sepanjang 2016.

Pendapatan ini terbagi pada pendapatan dari angkutan penumpang dan angkutan barang.

BACA JUGA: Beyond Bali Memukau OzAsia Festival 2016 di Australia

Dari angkutan barang, KAI menargetkan pendapatan sebesar Rp 5,1 triliun dan sisanya sebesar Rp 4,9 triliun dari angkutan penumpang.

"Kita targetnya tahun ini Rp 5,1 triliun. Itu pendapatan dari kereta barang saja. Kalau sama penumpang di atas Rp 10 triliun. Barang terlalu sedikit, nanti kita usahakan agar lebih besar," ujar Direktur Komersial dan IT KAI Kuncoro Wibowo di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (26/9).

BACA JUGA: Terapkan Layanan Digital, Operasional Asuransi Hemat 50 Persen

Saat ini, mayoritas barang yang diangkut menggunakan kereta api adalah komoditas tambang seperti batu bara.

Selain itu semen juga menjadi komoditas yang cukup banyak diangkut menggunakan kereta api.

BACA JUGA: Ekonomi Malut Diperkirakan Tumbuh 5,98 Persen

Kedua barang tersebut menyumbang pendapatan yang cukup besar terhadap perseroan.

Namun karena beberapa harga komoditas tambang termasuk batu bara mengalami penurunan yang cukup tajam ditakutkan akan berimbas kepada pendapatan KAI.

"Paling mayoritas itu batu bara. Kalau batu bara turun ya kita ikut turun jadinya. Kalau semen turun ya sama ikut turun. Jadi angkutannya tidak bisa lancar. Banyak hal menyangkut ini," tutur Kuncoro.

Guna mengoptimalisasi layanan kereta api logistik atau kereta barang, KAI berencana menerapkan sistem digital untuk memantau pengiriman barang.

Kuncoro mengaku, hal ini dilakukan KAI agar pelayanan angkutan logistik bisa dimaksimalkan, dan akses informasi pengiriman barang menjadi lebih mudah.

Dia menyebut, nantinya penerapan sistem digital bagi kereta api logistik ini akan dibuat serupa dengan proses ticketing kereta penumpang.

Targetnya, penerapan digitalisasi kereta barang ini akan dibuat sampai 2018 mendatang.

"Ini mencontohkan sistem ticketing passenger. Aplikasinya sudah ada, tinggal mengembangkan yang ada. Kita punya peta jalan sampai 2018," bebernya. (ers)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pupuk Indonesia Siapkan Dana Rp 30 miliar untuk Riset


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler