Kak Seto: Guru Harus jadi Sahabat Anak

Rabu, 14 September 2016 – 04:01 WIB
Siswa SD. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Sejumlah aktivis yang selama ini konsen pada perlindungan anak menemui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, kemarin. 

Mereka menyampaikan pesan supaya para guru harus menjadi sahabat anak atau siswa di sekolah.

BACA JUGA: Ckck..Kemampuan Guru Bahasa Indonesia Ternyata Minim

Diantara praktisi yang hadir adalah Seto Mulyadi. Pria yang akrab disapa Kak Seto itu mengatakan selama ini setiap ada konflik yang mengorbankan guru, selalu muncul wacana undang-undang perlindungan guru. 

’’Nah sebaliknya bagaimana jika yang menjadi korban kekerasan itu anak atau siswa,’’ katanya.

BACA JUGA: Sekolah-Sekolah Didesak Bentuk Tim Perlindungan Anak

Kak Seto mendesak supaya Kemendikbud membuat modul dan pelatihan kepada seluruh guru. Inti dari pelatihan itu adalah, mencetak guru yang bersahabat dengan anak-anak. 

Kak Seto mengatakan guru harus aktif dan tidak melakukan kekerasan kepada anak didiknya. 

BACA JUGA: Pak Menteri…Guru SD Minta Naik Pangkat nih

Dia menjelaskan mengelola sekolah formal dan nonformal. Selama ini keduanya berjalan dengan baik dan menyenangkan. 

’’Bapak Si Komo’’ itu juga menyampaikan keprihatinannya terhadap budaya yang bersinggungan dengan anak-anak. 

Diantaranya adalah banyaknya lagu anak-anak yang isinya tidak tepat untuk anak-anak. Dia berharap Kemendikbud kembali menggelorakan anak-anak menyanyikan lagu anak-anak.

Psikolog klinis Kasandra Putranto menuturkan urusan pendidikan tidak bisa ditangani oleh pemerintah sendiri. 

Saat ini anak-anak sudah dihadapkan dengan risiko-risiko yang sangat beragam. Mulai dari narkoba, kekerasan, dan pornografi. 

Menurut Kasandara tugas besar pendidikan saat ini adalah bagaimana membangun anak-anak yang punya ketangguhan. 

Mendikbud Muhadjir Effendy menyambut baik masukan para praktisi pendidikan itu. Dia menjelaskan permasalah di dunia pendidikan sangat kompleks. 

Sehingga untuk mengatasinya butuh kerjasama banyak pihak. ’’Kami terbuka menerima masukan-masukan untuk dunia pendidikan,’’ jelasnya. (wan/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Calo Masuk Fakultas Kedokteran Sudah Terima Rp 600 Juta, tapi...


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler