Kakek-kakek Setubuhi Siswi SMP Setiap Hari Senin Hingga Hamil

Selasa, 12 Agustus 2014 – 21:03 WIB


TOBASA – Seorang siswi SMP, sebut saja Bunga (13), warga Kecamatan Laguboti dicabuli seorang kakek yang masih bertetangga, Bona (67) hingga hamil tujuh bulan.

Kini tersangka yang masih semarga dengan korban ditahan di Mapolsek Laguboti guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

BACA JUGA: Asik Keramas di Salon, Rp 50 Juta Amblas

Korban Bunga kepada New Tapanuli (Grup JPNN), Senin (11/8) yang ditemui di Mapolsek Laguboti menceritakan,  peristiwa tersebut berawal sejak Januari 2013 lalu. Saat itu korban duduk di bangku kelas VII SMP. Korban yang merupakan tetangga tersangka, sering main-main di halaman rumah tersangka.

“Dulu saya sering main-main di halaman rumah tersangka yang biasa dipanggil Jarngap. Tepat pada Januari 2013 lalu, Jarngap memanggil saya ke rumahnya. Setelah saya masuk ke rumahnya, saya dipaksa untuk melayani nafsu bejadnya,” kata Bunga seraya menjelaskan bahwa tersangkalah yang merenggut keperawanannya.

BACA JUGA: Remaja Dibacok Suporter Bola

Menurutnya, aksi bejad itu sudah dilakukan Jarngap selama satu tahun enam bulan dan dilakukan di rumah Jarngap sendiri. Bila nafsunya tidak dilayani, Jarngap selalu mengancam. Jarngap bisa leluasa melakukan perbuatan tersebut karena seluruh anaknya sudah menikah dan tidak ada yang tinggal di kampung.

“Bila rumah Jarngap kosong, dia langsung memanggil aku untuk melayani nafsunya. Biasanya, Jarngap menyetubuhi aku pada Senin. Sebab, pada hari itu ada pekan di Laguboti. Selain itu, istrinya selalu pergi ke pekan saat sore hari. Saya juga disetubuhi jika istrinya pergi ke ladang,” ungkapnya.

BACA JUGA: Satu Keluarga Kompak Ngutil

Dijelaskannya lagi, korban harus melayani nafsu Jarngap sedikitnya satu kali dalam seminggu. Namun aksi tersebut tidak pernah ketahuan karena warga berpikir Bunga masih anak-anak, sementara Jarngap sudah tua.

“Walaupun sudah tua, Jarngap harus dilayani sedikitnya satu kali dalam seminggu. Saya dipaksa terus, kalau saya tidak mau, dia langsung datang ke rumah saya. Jadi, saya diancam akan dibunuh kalau tidak mau melayani nafsunya,” ujar Bunga.

Dikatakan gadis lugu itu, Jarngap terakhir kali menyetubuhinya awal Mei 2014 lalu, saat itu korban diketahui sudah hamil. Diakuinya, saat ini dirinya sudah hamil tujuh bulan. Namun, karena perutnya yang semakin membesar, ia terpaksa berhenti sekolah. Saat ini dia rindu dengan teman-teman sekolahnya.

“Awal Mei terakhir kalinya saya disetubuhinya dan saat itu kalau pun saya dipaksa saya tidak mau lagi. Saya memberitahukan kepadanya (Jarngap) kalau saya sudah hamil,” sebut gadis yang mengenakan kaos berwarna hijau.

Sementara itu, Kapolsek Laguboti AKP Irwansyah Saragih didampingi Kanit Reskrim Ipda A Manurung saat dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya sudah menahan pelaku untuk pemeriksaan lebih lanjut.  “Kita sudah menahan pelaku dan sudah melakukan pemeriksaan atau visum kepada korban,” kata Ipda Manurung.

Pelaku sendiri dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 289 KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.(jn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Main Kelamaan Ogah Bayar, Pemuda Tewas Ditombak Suami PSK


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler