Kakek pun Sedih, Istri Dekat dengan Tetangga, Diajak Bobok Bareng Enggan

Jumat, 07 Oktober 2016 – 05:10 WIB
Ilustrasi. Foto: dok/JPG

jpnn.com - BAHTERA rumah tangga pasangan Dije dan Mince (keduanya nama samaran) yang sudah matang, sedang di ujung tanduk. 

Setelah 38 tahun bersama, pasangan yang sudah memiliki lima orang cucu itu kini menjalani proses sidang gugatan cerai di Pengadilan Agama Jayapura, Papua.

BACA JUGA: Polisi Nakal, 2 Dipecat, 7 Pelanggaran Berat

Dije (62 tahun) membulatkan tekad menggugat cerai istrinya Mince (53 tahun). 

Saat menunggu sidang, tatapan sendu terlihat jelas di raut wajah Dije, di ruang sidang PA Jayapura, Rabu (5/10) kemarin. Alasan utama Dije mengajukan gugatan cerai lantaran Mince sudah enggan untuk tidur bersama denganya.

BACA JUGA: Bertemu Dubes Rusia, Menhub Bahas KA Trans Kalimantan

Dije juga menuding Mince malah memilih dekat dengan pria lain yang lebih muda. "Siapa yang tak sakit hati coba, setiap kali berada di rumah, saya tak pernah dianggap malah saya seperti orang asing. Dia lebih memilih dekat dengan tetangga ketimbang saya yang sudah memberinya anak dan cucu yang lucu-lucu," kata Dije seperti dikutip dari Cenderawasih Pos, Jumat (7/10).

Nan lebih menyakitkan bagi pria yang memiliki zodiak Gemini ini, setiap kali beradu mulut dengan istrinya, Mince selalu mengungkit masa lalu dan mengatakan tak puas dengan apa yang diberikan Dije kepadanya. Misalnya nafkah dan selalu menceritakan aib keluarga ke orang-orang yang mengatakan dirinya tak memiliki tenaga yang kuat lagi.

BACA JUGA: Sore Keponakan Diajak Paman Menginap, Malam Digarap

"Kalau tak memiliki tenaga wajarlah, karena sudah tua, tapi saya selalu memberinya nafkah yang cukup malah untuk membahagiakan dia. Saya menyuruhnya untuk jalan-jalan. Saya saja sudah jarang tinggal di rumah memilih tinggal di sawah agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga," keluh Dije.

Keriput di wajah Dije terlihat jelas, saksi yang dibawanya sebanyak dua orang tak lain masih kerabatnya bersawah untuk menyampaikan kesaksiannya. Di deretan kursi aluminium ia duduk paling pojok kanan dan tetap ngotot untuk cerai. Pasalnya tak bisa lagi mempertahankan sebuah rumah tangga yang tak lagi harmonis. 

Perkara dosa dan lainnya, kata Dije biarlah menjadi urusannya dengan sang pencipta. Yang jelas baginya ia ingin cerai, sehingga selesai persoalanya dari kemelut rumah tangga yang baginya sebuah neraka itu.

"Saya tahu dosa jika bercerai, itu yang diajarkan dalam agama saya. Namun rumah tangga ini tak lagi harmonis. Saya maunya menghabiskan sisa waktu bersama Mince melihat cucu-cucu kami tumbuh besar namun bagaimana lagi saya tak tahan lagi  dengan kelakuaanya," curhatnya dengan mata berkaca-kaca sembari menatap dinding pengadilan yang berwarna putih.

Tahapan mediasi sudah ia lalui, namun baginya rujuk bukan solusi. Dirinya tetap bersikukuh bahwa  perceraianlah solusinya. Selepas bercerai nanti, ia memilih untuk berada di sawah merawat tanamannya dan melihat cucu-cucunya tumbuh besar.

Sedang saksi, sebut saja Porimin yang hadir sebagai saksi saat itu membenarkan terkait dengan apa yang dialami sahabat karibnya itu. Dije dan Mince tak lagi seharmonis saat awal menikah. Belakangkan mereka selalu bertengkar.

“Saya datang sebagai saksi dan tentunya mengatakan apa yang terjadi sebenarnya, pada dasarnya saya menyetujui sahabat yang saya sudah anggap sebagai keluarga sendiri untuk mengakhiri rumah tangganya, karena memang Mince tak lagi memperlakukan Dije layaknya suami, melainkan orang asing," terangnya. (elfira/tri/adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Insya Allah Kawasan Perikanan Selat Lampa Akan Sejahterakan Rakyat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler