Kalah dari PSM Makassar, Arema FC Rawan Degradasi

Senin, 15 Oktober 2018 – 19:36 WIB
Duel PSM Makassar kontra Arema FC di Stadion Andi Mattalatta, Mattoangin, Makassar, Minggu (14/10). Foto: fajar/jpg

jpnn.com, MAKASSAR - Striker Arema FC Ahmad Nur Hardianto terlihat frustrasi begitu wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Sambil berlutut, Nur Hardianto sempat beberapa kali memukulkan tangannya ke lapangan.

BACA JUGA: Persipura vs Persib Imbang, Lessa Soroti Penyelesaian Akhir

Wajar jika Nur Hardianto kecewa mendapati timnya menuai kekalahan 1-2 di Stadion Andi Mattalatta Minggu (14/10).

Sebab, dia barangkali merasa jika seharusnya Arema bisa meraih minimal satu poin. Pada laga itu, Arema banyak punya peluang. Nur Hardianto sendiri juga tampil impresif dengan mencetak satu gol.

BACA JUGA: Curhat Mario Gomez Setelah Persib Imbang Kontra Persipura

Baru masuk lapangan pada menit ke-36 menggantikan Israel Wamiau, pemain bernomor punggung sembilan itu, membawa asa bagi Arema FC. Sebab, sebelum Nur Hardianto masuk, Arema FC dalam posisi sulit.

Arema FC tak hanya tertinggal 0-1 lewat gol yang dicetak penyerang PSM Makassar M. Rahmat. Arema FC juga kesulitan untuk mengimbangi permainan PSM Makassar yang dikomandoi Willem Jan Pluim.

BACA JUGA: Jelang Hadapi PSM, Borneo FC Fokus Amati Counter Attack

Kontribusi Nur Hardianto langsung terlihat. Pada menit ke-40, dia nyaris membobol gawang PSM Makassar yang dikawal Rivky Mokodompit. Sayang, tembakannya yang memanfaatkan umpan Makan Konate masih melebar tipis di sisi kiri gawang PSM Makassar.

Barulah, pada menit ke-61, Nur Hardianto mampu mencetak gol. Memanfaatkan umpan Muhammad Rafli, eks pemain Persela Lamongan itu sukses membobol gawang PSM Makassar.

Sayangnya, skor 1-1 tak bisa dipertahankan lebih lama. Sebab, delapan menit berselang, pada menit ke-69, PSM Makassar mencetak gol lewat pemain naturalisasi Guy Junior.

Setelah itu, kendali permainan kembali menjadi milik PSM Makassar. Arek-arek Singo Edan–julukan Arema FC– kesulitan menembus pertahanan tim berjuluk Juku Eja yang dikomandoi Steven Paulle. Arema FC harus mengakui keunggulan tim tuan rumah.

Asisten pelatih Arema FC Kuncoro yang mewakili Milan Petrovic menyatakan bahwa para pemainnya sudah bermain bagus.

”PSM tim kuat. Babak pertama, kami coba tahan. Tapi, kami kecolongan menit tujuh,” kata pria yang pernah menjadi pemain Arema dan PSM ini.

Dengan hasil ini, Arema FC harus berjuang lebih keras lagi untuk bisa selamat dari jeratan degradasi. Memang, Arema FC masih menduduki peringkat 11 klasemen sementara Liga 1. Tapi, Arema FC hanya unggul tiga poin atas tim peringkat 16, atau posisi teratas zona degradasi, PS TIRA.

Sementara itu, pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts menyatakan bahwa tak mudah meraih kemenangan atas Arema FC. ”Seperti yang saya perkirakan, pertandingan berjalan sulit. Saya bangga dengan pemain saya. Mereka bisa menghalau pressure-pressure di babak kedua,” kata dia.

Robert pun bersyukur karena dengan hasil ini, PSM memperbesar kans untuk menjuarai Liga 1. PSM kini menduduki peringkat dua dengan raihan 44 poin. Jumlah poin itu sama dengan yang dikumpulkan tim peringkat satu, Persib Bandung. (muf/c2/abm)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aremanita Sedih Dengar Sanksi Seumur Hidup buat Yuli Sumpil


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler