Kalangan Milenial Puji Puan Maharani Soal Ini

Sabtu, 15 Mei 2021 – 17:18 WIB
Ketua DPR Puan Maharani meninjau titik penyekatan di Tol Km 31 Cikarang Barat, beberapa waktu lalu. Foto: Ist for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Aliansi Mahasiswa dan Milenial Indonesia (AMMI) Nurkhasanah mengapresiasi perjuangan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani yang berhasil meminta pemerintah menunda kedatangan warga negara asing (WNA) ke Indonesia, selama berlakunya larangan mudik.

Nurkhasanah menilai sikap Puan meminta pemerintah menunda kedatangan para WNA, merupakan bentuk penghormatan atas rasa keadilan warga Indonesia.

BACA JUGA: Puan Maharani: Merawat Bumi itu Tidak Bisa Sendiri 

Puan menyatakan pandangannya, saat meninjau pelaksanaan larangan mudik di sejumlah titik, beberapa waktu lalu.

Antara lain, Bandara Soekarno-Hatta dan Tol Jakarta - Cikampek Kilometer 31, Cirebon, Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bakauheni dan Tol Pejagan.

BACA JUGA: Gandeng Selebritas, Koleksi Urgan Makin Diminati Milenial

"Itu membuktikan Ketua DPR Puan Maharani sangat peduli dan meminta kita semua disiplin menjelang dan selama Lebaran. Karena bahaya Covid-19 ini nyata dan masih akan berlangsung,” kata Nurkhasanah dalam keterangannya, Minggu (15/5).

Menurut Nurkhasanah, Puan perlu menegaskan hal tersebut karena tidak tertutup kemungkinan banyak warga silap dan hanya fokus pada protokol kesehatan selama libur Lebaran.

BACA JUGA: AMMI Gembira Kapolri Samakan Polantas dengan Superhero Marvel

Nurkhasanah lebih lanjut mengatakan, kepedulian Puan dicatat dan diapresiasi oleh para pegiat dunia maya.

Paling tidak terlihat pada Jumat (14/5) kemarin, muncul tagar #AtensiKetuaDPR. Bahkan sempat trending dengan sepuluh 10 ribu kicauan menyertakan tagar tersebut.

“Jadi, jangan pernah berpikir bahwa para netizen itu autis dan hanya memedulikan diri masing-masing. Siapa pun yang mereka nilai peduli kepada masyarakat, tentu akan mereka hargai dan hormati. Itu yang mereka lakukan sebagai apresiasi atas kepedulian dan atensi Ibu Puan,” ucapnya.

Nurkhasanah menilai, hal-hal yang berlangsung di ranah maya sering lebih jujur dibanding realitas keseharian di masyarakat.

“Beda dengan di dunia nyata yang masih memungkinkan orang untuk bermuka dua, di ranah maya para netizen bisa cuek. Mereka bisa saja tak mempedulikan siapa pun tokoh dan jabatan mereka manakala tokoh itu dirasa tak memberikan kontribusi apa pun,” kata Nurkhasanah. (gir/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler