Kalbis Institute Gelar Webinar Bertema Pemulihan Ekonomi, Mendukung Work From Bali

Selasa, 01 Juni 2021 – 14:11 WIB
Kalbis Institute menggelar webinar bertema Pemulihan Pariwisata Berbasis Sinergisitas Pemerintah, Industri, dan Institusi Pendidikan di Indonesia Pasca-Pandemi. Foto: Humas Kalbis Institute

jpnn.com, JAKARTA - Kalbis Institute berupaya ikut ambil bagian dalam upaya pemulihan ekonomi yang sudah dua tahun lebih dihantam pandemi COVID-19.

Pekan lalu, Kalbis Institute kembali menggelar webinar bersama praktisi, dengan tema Pemulihan Pariwisata Berbasis Sinergisitas Pemerintah, Industri, dan Institusi Pendidikan di Indonesia Pasca-Pandemi. Acara ini merupakan rangkaian event Leaders of The Years 2021.

BACA JUGA: Dukung Work From Bali, Gus Menteri: Sebagai Landasan Pemulihan Ekonomi

Hadir sebagai pembicara antara lain Dino Kusnadi, selaku Wakil Duta Besar Indonesia Untuk Republik Rakyat Tiongkok Merangkap Mongolia.

Selain itu, Assistant Marketing Communications Manager Santika Indonesia Hotel & Resorts Prita Gero dan Rektor Kalbis Institute Naik Henokh Parmenas, S.H., M.M.

BACA JUGA: OJK Optimistis Pemulihan Ekonomi Global Berlanjut

Dino Kusnadi menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergisitas antar lembaga baik pemerintahan, swasta, maunpun antarnegara dengan harapan kondisi ekonomi berangsur membaik.

“Saat ini sangat banyak sekali potensi ekonomi khususnya ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan secara khusus antara Indonesia dan Tiongkok,” ujarnya. Indonesia yang memiliki potensi untuk mengembangkan ekonomi digital.

BACA JUGA: Mulyono Pulang Tengah Malam Disambut Istrinya, TB Tiba-tiba Datang, Terjadi Hal Mengerikan

Dino Kusnadi juga menekankan pentingnya industri pariwisata. Dia memaparkan berbagai macam strategi pemulihan serta kegiatan promosi guna mendongkrak wisatawan asing khususnya dari Tiongkok, untuk datang ke Indonesia.

Salah satu strategi yang dibuat adalah pemberintah insentif bebas bea di beberapa usaha pariwisata.

“Kami juga menjalankan dan mempromosikan #WorkFromBali dengan berbagai paket kerjasama, yang diharapkan mamu mendongkrak jumlah wisatawan Tiongkok ke Indonesia dan mampu meningkatkan perekonomian pengusaha sehingga mampu mendorong roda perekonomian juga di Indonesia,” ujar Dino Kusnadi.

Prita Gero memaparkan bahwa pentingnya kolaborasi dan insentif bagi para pelaku industry pariwisata.

“Dengan menambah jumlah wisatawan akan menambah pula tingkat okupansi kamar, sehingga pemulihan ini akan terasa nyata bagi pengusaha pariwisata serta ekonomi kreatif.

“Baik sekali program Work From Bali. Strategi kami adalah menciptakan suasana Bali di seluruh hotel kami,” imbuhnya.

Guna mendukung hal-hal tersebut, Kalbis Institute merespons secara aktif, dengan menyiapkan lulusan yang siap kerja dan siap mendukung program pemulihan pariwisata yang dicanangkan pemerintah.

“Salah satu adalah meyiapkan program Master of Management in Hotel Management. Melalui program ini, lulusan Kalbis Institute akan memiliki kemampuan analisis serta pengembangan proyeksi pariwisata ke depannya,” ujar Naik Henokh Parmenas.

Kalbis Institute juga menyiapkan program MM in Retailing bekerjasama dengan People Skills Asia dari Singapore dan APRA dari Malaysia.

MM-MBA Business Strategy bekerjasama dengan APRA yang berkoneksi dengan University of York St. John, United Kingdom, MM in Digital Business and FinTech, MM in Entrepreneurship and Innovation, MM in Digital Marketing, dan MM in Sustainable Development.

Hal ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam menyiapkan SDM Unggul yang dipersiapkan dalam memulihkan perekonomian di Indonesia pasca Pandemi Covid-19.

“Dengan itu semua kami berharap setiap mahasiswa mampu memiliki soft skills yang baik dan sesuai dengan kebutuhan industry,” ujar Naik Henokh Parmenas. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler