Kaleidoskop Media Sosial 2021: Pandemi & Ekonomi jadi Perhatian Warganet

Senin, 27 Desember 2021 – 22:50 WIB
NoLimit Indonesia mengeluarkan hasil riset terbaru terkait topik yang ramai diperbincangkan di media sosial sepanjang 2021. Foto: Dok. NoLimit Indonesia

jpnn.com, JAKARTA - Perusahaan berbasis teknologi yang telah memantau percakapan media sosial sejak tahun 2010, NoLimit Indonesia mengeluarkan hasil riset terbaru terkait topik yang ramai diperbincangkan di medsos sepanjang 2021.

Hasilnya, ada 20 topik yang diperbincangkan oleh warganet sepanjang tahun ini.

BACA JUGA: Nur Memergoki Perbuatan Subaidah, Perempuan yang Tinggal di Surabaya Itu Tertunduk, Menyesal

CEO dan Founder NoLimit Aqsath Rasyid Naradhipa mengatakan dari 20 topik itu, Covid-19 masih merajai perbincangan media sosial.

Total perbincangan terkait Covid-19 mencapai 88.038 ribu, dengan jangkauan perbincangan mencapai 497.897.389.

BACA JUGA: D Sudah Terkapar di Jalan, Tak Ada Ampun, Tubuhnya Dibacok Lagi

“Yang menjadi perhatian warganet adalah peningkatan kasus Covid-19. Selain peningkatan kasus, ada juga perbincangan terkait vaksinasi, tapi total perbincangan dan jangkauannya tidak setinggi perbincangan terkait lonjakan kasus Covid-19,” kata Aqsath saat memaparkan temuan riset NoLimit, Senin (27/12).

Adapun motede riset yang digunakan NoLimit adalah dengan menggunakan lebih dari 50 kata kunci yang menggambarkan 50 kejadian atau fenomena paling ramai di media sosial selama 2021.

BACA JUGA: Angka Kriminalitas Meningkat Hampir 2 Kali Lipat Selama Pandemi

Puluhan kata kunci itu diolah menggunakan aplikasi NoLimit Dashboard, sebuah aplikasi buatan NoLimit yang mampu mengolah jutaan data setiap jamnya.

Aqsath mengatakan selain Covid-19, yang juga ramai jadi perbincangan adalah terkait kebocoran data, khususnya 279 juta data penduduk negara Indonesia yang bocor di dunia maya.

Perbincangan ini mulai meningkat pada 20 Mei 2021, di mana puncaknya pada tanggal 21 Mei 2021 dengan 2,534 perbincangan di media sosial.

“58 persen dari perbincangan tersebut mengungkapkan bahwa data-data dari penduduk Negara Republik Indonesia dianggap sebagai low tiers atau tidak dijaga dengan baik privasinya. Karena sangat mudah ditemukan dan bahkan sudah bertebaran di segala penjuru di dunia maya,” kata Aqsath.

Di sisi lain, pada 30 Agustus 2021, terdapat juga isu terkait kebocoran data lainnya, di mana lebih spesifiknya adalah terkait Aplikasi Health Alert Card versi pertama.

Sebanyak 16,998 perbincangan di media sosial bertanya-tanya terkait instansi yang bertanggung jawab atas segala kebocoran data pada aplikasi ini.

Yang juga menarik dari temuan riset NoLImit ialah adanya perhatian warganet terhadap upaya pemerintah dalam mengatasi krisis kesehatan dan ekonomi.

Topik perbincangan ini mulai meningkat Ketika BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mengalami pertumbuhan signifikan pada quartal ke-2 2021.

“Salah satu topik yang paling banyak disebut adalah keberadaan E-commerce dan Green Ekonomi yang menjadi strategi utama Indonesia dalam menghadapi kesulitan ekonomi beberapa bulan silam. Selain itu, efek pandemi juga mengubah gaya konsumerisme masyarakat Indonesia terutama ketika berbelanja. Terbukti dari menggeliatnya bisnis ekspedisi dan UMKM yang berbasis digital,” kata Aqsath. (rhs/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler