Kalimat Candaan Ganjar Pranowo untuk Taj Yasin dan Letjen Sumarsono, Hahaha

Rabu, 27 Oktober 2021 – 18:00 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tiba di Politeknik AKBARA sekitar pukul 11.00, Selasa (26/10). Foto: Romensy Augustino/JPNN.com

jpnn.com, SOLO - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melontarkan kalimat candaan diarahkan kepada Wagub H. Taj Yasin Maimoen di depan khalayak.

Momen itu terjadi saat keduanya hadir dalam Rapat Kordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana PMI kabupaten/kota se-Jawa Tengah di Politeknik AKBARA Surakarta, Selasa (26/10).

BACA JUGA: Pesan Ganjar Pranowo untuk Para Kades, Mohon Disimak

“Saya tadi mau datang ke sini, tadi itu bingung pas mau datang ke sini,” kata Ganjar Pranowo dalam sambutannya di acara tersebut.

Gubernur bingung lantaran mendapat laporanbahwa Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen telah berada di lokasi pertemuan.

BACA JUGA: Sekar Pamer Jurus-Jurus Maut, Pak Ganjar Sempat Bergidik

“Pak Wagub datang kok saya harus datang juga. Saya ternyata lupa kalau beliau pengurus PMI,” ungkapnya.

Ganjar juga sedikit menggoda salah satu peserta rapat yakni Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat Letjen (Pun) Sumarsono lantaran mengenakan pakaian yang berbeda dari peserta lainnnya.

BACA JUGA: Ini Kalimat Bripka MN Sebelum Menembak Briptu Khairul dari Jarak Dekat, Detik-Detik Mengerikan

“Ini Pak Marsono dulu yang harus saya hormat dulu. Bukan apa-apa, bajunya semua putih kok ya merah sendiri to, Pak,” ungkapnya disertai tawa.

Melihat situasi akhir-akhir ini, di mana beberapa wilayah kabupaten dan kota di Jawa Tengah mengalami banjir, tanah longsor dan gempa bumi, Ganjar telah memerintahkan Pasukan Pengurang Risiko Bencana harus setiap hari keliling untuk mengedukasi dan memberi informasi pada masyarakat.

“Saya sudah minta pada kawan-kawan di daerah rawan untuk apel siaga. TNI, POLRI, SAR, kerahkan semuanya," tegas Ganjar.

Hal tersebut harus dilakukan lantaran informasi yang dikeluarkan BMKG mengingatkan mengenai potensi bencana yang meningkat.

Ganjar mengatakan berdasarkan laporan dari BMKG, Jawa Tengah akan berada dalam posisi yang rasa-rasanya tidak bagus. Curah hujannya kemungkinan akan sangat tinggi.

“Mungkin Pak Titis (Direktur AKBARA) juga bisa membantu. Para Tarunanya boleh didorong untuk melakukan edukasi. Mungkin melatih mitigasinya atau bagaimana melakukan search and rescue-nya," ujar pria kelahiran 28 Oktober 1968 itu.

Ganjar berharap, AKBARA yang memiliki Prodi Manajemen Penanggulangan Bencana (MPB) bisa melakukan pelatihan mitigasi dan search and rescue kepada masyarakat termasuk pengurangan-pengurangan risiko bencana yang bisa dilakukan. (mcr21/jpnn)


Redaktur : Soetomo
Reporter : Romensy Augustino

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler