Kampus Untad Rusak Parah, Mahasiswa Belajar di Tenda

Jumat, 05 Oktober 2018 – 12:30 WIB
Universitas Tadulako. Foto: radarsulteng

jpnn.com, JAKARTA - Kondisi kampus Universitas Tadulako (Untad) rusak parah setelah diguncang gempa Palu berkekuatan 7,4 SR pada Jumat (29/9).

Hampir 70 persen bangunan kampus yang dibangun sembilan tahun itu porak poranda.

BACA JUGA: Pasha Ungu Minta Maaf

Rektor Untad Prof Muhammad Basir mengungkapkan kesedihannya karena kampus kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah itu dalam hitungan detik luluh lantak.

Saat ini pihaknya sudah mengidentifikasi mana bangunan yang masih bisa dipakai dan tidak. Hanya 30 persen bisa digunakan itu pun cuma di lantai bawah. Sedangkan lantai dua tidak bisa lagi digunakan.

BACA JUGA: Tatjana Saphira Pengin ke Lokasi Gempa Palu

"Sedih sekali melihat kampus kami rusak parah. Kampus yang susah payah dibangun selama sembilan tahun, hancur dalam hitungan detik," ujar Prof Basir dalam perbincangan live di salah satu stasiun TV, Jumat (5/10).

Dia menyebutkan, ada 34 ribuan mahasiswa yang kuliah di Untad. Tidak hanya masyarakat Sulteng, dari luar daerah pun banyak. Makanya begitu bencana ini banyak yang pulang ke daerah masing-masing.

BACA JUGA: Sedih, Erna dan Yeni Tidak Tahu di Mana Suami Mereka Berada

Sedangkan mahasiswa asal Sulteng, terpaksa belajar di tenda-tenda darurat bantuan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Prof Basir menyebutkan, butuh dana besar untuk memperbaiki kampus. Dia berharap pemerintah bisa membantu mengatasi masalah Untad agar mahasiswa yang kuliah sementara di 39 PTN bisa kembali.

"Kami akan menginformasikan lewat media sosial maupun media lainnya bila Untad sudah bisa dipakai lagi. Untuk semester ganjil ini, mahasiswa Untad bisa numpang kuliah sementara di PTN lainnya," tandasnya.

Prof Basir menambahkan, tidak hanya kampus yang luluh lantak. Rumah dinas rektor juga rusak parah. 90 persen bangunannya rusak sehingga tidak bisa ditempati. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PLN Siap Tambah Pasokan Listrik ke Palu


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler