Kang Emil Meninjau Hutan Kota Bekasi yang Kondisinya Memprihatinkan

Selasa, 11 Januari 2022 – 14:21 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (memakai topi) saat meninjau kondisi Hutan Kota Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Selasa (11/1). Foto: Dean Pahrevi/JPNN.com

jpnn.com, BEKASI - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meninjau Hutan Kota Bekasi yang berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Selasa (11/1).

Dalam kunjungan itu, pria yang beken disapa dengan panggilan Kang Emil didampingi Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan jajaran pejabat Pemkot Bekasi.

BACA JUGA: Kang Emil Berharap Aplikasi Ini Bisa Permudah Masyarakat Naik Transportasi Umum

Pantauan JPNN.com di lokasi, Kang Emil dan rombongan terlihat berjalan kaki menyusuri sejumlah titik di Hutan Kota Bekasi.

Kondisi Hutan Kota Bekasi sendiri tampak tak terurus. Tumpukan sampah terlihat ada di sejumlah titik kawasan tersebut.

BACA JUGA: Rumah di Pusat Kota Ini Dijadikan Pabrik Narkoba, Pelakunya Ternyata

Kondisi monumen perjuangan rakyat Bekasi yang berada di area hutan kota itu bahkan sangat memprihatinkan, tak terurus. Hutan kota pun tampak sepi dari aktivitas masyarakat.

Kang Emil mengatakan Kota Bekasi ternyata memiliki sebuah hutan kota yang luas. Akan tetapi, interaksi masyarakat di kawasan itu minim sekali.

BACA JUGA: Gibran dan Kaesang Dilaporkan ke KPK, Anak Buah Firli Bahuri Bakal Lakukan Ini

"Itu artinya, masyarakat kurang tertarik datang ke hutan kota karena hutan kotanya tidak memberikan ruang-ruang yang sesuai dengan kebutuhan zaman," kata Kang Emil.

Mantan wali kota Bandung itu menyebut Hutan Kota Bekasi saat ini tak ada bedanya dengan hutan belantara.

"Bedakan hutan kota dengan hutan belantara yah, kalau hutan belantara itu pohon saja, enggak ada orang. Kalau hutan kota itu, ada pohonnya, juga ada interaksi sosialnya. Nah, ini interaksi sosialnya enggak ada. Jadi, masih belum sempurna," tuturnya,

Gubernur Jabar itu pun berjanji bakal mendesain ulang Hutan Kota Bekasi agar fungsi kawasan itu bisa lebih optimal.

"Sehingga ini harus menjadi paru-paru ekologis dan paru-paru sosial juga," ujar Kang Emil. (cr1/fat/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Dean Pahrevi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler