Kans 5 Tokoh Islam Dampingi Jokowi Jika Prabowo Gaet UAS

Rabu, 01 Agustus 2018 – 15:25 WIB
Presiden Jokowi dan TGB Zainul Majdi membagikan buku kepada anak - anak korban gempa Lombok di posko pengungsian Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Senin (30/7). Foto: IVAN/LOMBOK POST/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Said Salahuddin memprediksi sejumlah nama dari kalangan Islam makin berpeluang menjadi pendamping Joko Widodo (Jokowi) seiring munculnya nama Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Habib Salim Segaf Al-Jufri sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk Prabowo Subianto.

Dalam prediksi Said, nama muslim Kondang yang kini punya peluang besar menjadi cawapres bagi Jokowi adalah KH Ma'ruf Amin, Din Syamsuddin, M Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang, Jimly Asshiddiqie dan Moh Mahfud MD.

BACA JUGA: Survei Cawapres Prabowo: Bukan Abdul Somad dan Salim Segaf

"Nama kelima tokoh ini sebetulnya sudah banyak disebut-sebut memiliki peluang mendampingi Jokowi. Tapi, probabilitas mereka selama ini agak terhambat oleh kandidat lain yang berasal dari unsur parpol," ujar Said di Jakarta, Rabu (1/8).

Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) itu menambahkan, selama ini kelima tokoh itu sebagai figur non-parpol dianggap tidak punya kontribusi dalam pencapresan.  Sementara kandidat dari unsur parpol merasa memiliki modal elektoral untuk mengusung Jokowi.

BACA JUGA: Misteri Cawapres Jokowi, Ternyata Sudah di Kantong

Hanya saja, kata Said, kini justru kubu Prabowo mengelus dua nama ulama, yakni UAS dan Salim Segaf. "Nah, ketika kubu penantang berencana memasang tokoh agama sebagai calon pendamping Prabowo Subianto, maka peluang kelima tokoh untuk mendampingi Jokowi bisa ikut menanjak," ucapnya.

Said menambahkan, Jokowi tentu juga ingin merebut suara pemilih muslim yang mayoritas. Karena itu jika pilihannya pada ulama murni, maka yang berpeluang adalah Kiai Ma’ruf dan Din Syamsuddin.

BACA JUGA: Sekjen Nasdem: Jokowi Sampaikan Arahan Khusus

Kiai Ma'ruf merupakan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus rais aam syuriah Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU). “Kiai Ma'ruf cukup menonjol di kalangan pemilih muslim, sering dijadikan rujukan oleh para ulama," katanya.

Sedangkan Din merupakan tokoh Muhammadiyah. “Pernah memimpin MUI, ormas Muhammadiyah, dikenal sebagai intelektual dan berasal dari luar Pulau Jawa," ujarnya.

Sementara TGB, kata Said, merupakan kombinasi ulama dan politikus. TGB selain merupakan pemimpin ormas Nahdatul Wathan (NW), dua periode sebagai gubernur NTB dan pernah duduk di Majelis Tinggi Partai Demokrat.

"Jimly dan Mahfud beda lagi. Mereka merupakan perpaduan figur ulama dan ahli hukum dan sama-sama pernah menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi," tuturnya.

Said menambahkan, Jimly dan Mahfud juga pendakwah serta pemikir Islam. Jimly saat ini menjabat Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI).

Sedangkan Mahfud, pernah menjabat Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). "Sedikit kelebihan Jimly dari Mahfud adalah, Jimly berasal dari luar Pulau Jawa dan tidak pernah masuk dalam tim kampanye Pilpres, sedangkan Mahfud justru pernah menjadi lawan Jokowi ketika menjabat sebagai ketua Tim Kampanye Prabowo - Hatta Rajasa di Pilpres 2014," pungkas Said.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ustaz Abdul Somad Merasa Sudah Diperlakukan Seperti Cawapres


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler