Kantong Kresek Bergerak-gerak di Bak Sampah, Penasaran Lantas Dibuka, Astaga Ternyata Isinya...

Minggu, 15 September 2019 – 20:03 WIB
Istri Ketua RT 32 Kelurahan Manggar Andi Astuti menggendong bayi yang dikabarkan ditemukan di bak sampah kawasan Sepinggan. Foto: BalikpapanPos

jpnn.com, BALIKPAPAN - Penemuan sesosok bayi yang baru dilahirkan di sebuah bak sampah bikin geger warga seputaran RT 32 Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur, Kalimantan Timur.

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan, Jumat (13/9) siang oleh dua sejoli Gl, 20, dan Hm, 17, yang hendak mencari bubur dan paket kuota internet di Sepinggan.

BACA JUGA: Lawan Juru Kunci, PSMS Medan Pantang Anggap Remeh

Saat melintas di dekat bak sampah, mereka melihat kresek berwarna hitam bergerak-gerak seperti ada sesuatu di dalamnya. Curiga, mereka pun mengeceknya. Alangkah terkejutnya mereka setelah mendapati bayi laki-laki di dalam kresek tersebut.

Pasca penemuan itu, entah mengapa Gl dan Hm memilih membawa bayi itu ke rumahnya, tidak melaporkan ke warga sekitar dan kepolisian. Saat tiba di rumahnya di RT 32 Manggar, barulah dia memberitahukan kepada warga dan ketua RT setempat. Seketika rumah orangtuanya mendadak ramai.

BACA JUGA: The Jakmania: Kami Kecewa Ferry Paulus, Persija Kami Buruk Sekali

"Kata dia (penemu bayi) ketemu di bak sampah dekat PT HH. Lalu kemudian dibawa ke rumah dan dikasitau sama warga sekitar rumahnya," ujar istri Ketua RT 32 Manggar, Andi Astuti kepada Balikpapan Pos, kemarin (13/9).

Tak hanya warga, pihak kelurahan dan puskesmas yang mendengar penemuan itu, turut menyambangi bayi itu. Setelah disepakati, sang bayi pun dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman di kawasan Gunung Malang.

BACA JUGA: Kecewa, Ruhut Sitompul Sebut Trio Pimpinan KPK Superkampungan

Pantauan di rumah sakit, tim medis langsung melakukan penanganan. Saat ini bayi masih dalam penanganan intensif dan ditempatkan di ruang UGD. Di rumah sakit tampak juga beberapa warga yang turut menemani bayi tak berdosa itu.

"Belum tahu apakah sudah bisa dibawa atau belum, masih ditangani pihak rumah sakit. Soal ke depannya, nanti ibu lurah (Lurah Manggar,Red.) yang nentuin. Ibu lurah juga rencana akan datang ke rumah sakit," jelas Astuti.
Pihak kepolisian Balikpapan Timur pun langsung melakukan penyelidikan atas penemuan bayi di bak sampah itu. Untuk menggali informasi lebih dalam, petugas membawa Gl dan Hm ke Mapolsek.

"Sudah dibawa ke mapolsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut terhadap kedua warga yang menemukan pertama kali bayi itu. Jadi masih dalam tahap penyelidikan. Nanti kalau sudah ada hasilnya, akan kami sampaikan," ujar Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Timur, Iptu Gindo Panjaitan saat dikonfirmasi Balikpapan Pos kemarin siang.

Dalam kasus ini, pihaknya mengira lokasi penemuan di RT 32 Manggar. Tapi setelah diselidiki, ternyata berada di kawasan Sepinggan, yang otomatis penanganannya dilakukan oleh Polsek Balikpapan Selatan.

Dan hasil interogasi pihak kepolisian terhadap penemu bayi, hingga malam tadi, kepolisian menyebut bahwa keterangan awal penemu bayi di bak sampah adalah bohong. Menurut Gindo, Gl dan Hm terpaksa berbohong karena takut diketahui orangtuanya.

"Setelah kami lakukan pemeriksaan, penemu bayi di bak sampah itu ternyata berbohong. Saat diinterogasi ternyata mereka mengaku kalau bayi itu anak mereka berdua. Karena takut diketahui keluarga, makanya beralasan dapat dari bak sampah," ujar Gindo.

Ditambahkannya, atas pengakuan itu, pihak kepolisian pun menyerahkan keduanya kepada keluarga masing-masing untuk dibicarakan secara kekeluargaan. "Kan si perempuan baru melahirkan, jadi langsung kami bawa ke rumah sakit untuk perawatan. Kelanjutannya, kami serahkan kepada keluarganya," pungkasnya. (gan/cal)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler