Kapan PNS dan PPPK Melakukan Pemutakhiran Data Mandiri? Ini Penjelasan Lengkap BKN

Selasa, 13 Juli 2021 – 10:18 WIB
Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen. Foto: Mesya/JPNN.com.

jpnn.com, JAKARTA - Pemutakhiran data mandiri ASN baik PNS maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) melalui MySAPK dimulai Juli sampai Oktober 2021.

Namun, hingga hari ini banyak PPPK yang tidak bisa melakukan pemutakhiran data ASN.

BACA JUGA: Pelamar CPNS 2021 dan PPPK Kemenag Masih Minim, Buruan Mendaftar

"Kenapa kami belum bisa mendaftar ya. Jangan-jangan PPPK tidak termasuk di dalam Sistem Informasi ASN (SIASN)," kata Susiyanto, guru PPPK di Kabupaten Jember kepada JPNN.com, Selasa (13/7).

Hal serupa dialami Rini Eko Siswanti. Perawat PPPK di Kabupaten Banyuwangi itu juga belum bisa mengisi data dalam MySAPK.

BACA JUGA: Rachman Thaha: di Negara Jiran Perdagangan Vaksin Covid-19 Dianggap Ilegal, Pelakunya Dihukum

"Apa PPPK wajib melakukan pemutakhiran data, ya, karena sudah dicoba berkali-kali enggak bisa," keluhnya.

Menanggapi masalah tersebut, Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen mengungkapkan bahwa PNS dan PPPK wajib melakukan pemutakhiran data mandiri melalui aplikasi MySAPK.

BACA JUGA: Gudang Penimbunan Obat Covid-19 di Kalideres Digerebek, Ada Ribuan Dus, Ya Ampun

Walakin, sampai saat ini sistemnya belum dibuka lantaran masih dilakukan IT Assessment oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Selama tes IT Assessment, sistem tidak boleh dibuka aksesnya ke publik," terang Suharmen.

Dia mengatakan jika hasil IT Assessment dinyatakan low risk (risiko kecil), maka sistem itu bisa di-publish. Sebaliknya bila masih high risk atau middle risk, harus diperbaiki dulu.

"Sekarang assessment oleh BSSN masih berlangsung. Ini harus hati-hati karena menyangkut kerahasiaan data kepegawaian nasional," ucapnya.

Mengenai kapan para PNS dan PPPK bisa melakukan pemutakhiran data mandiri, Deputi Suharmen mengaku belum bisa memastikan. Sebab, prosesnya harus menunggu IT Assessment selesai.

Namun, Suharmen memberi gambaran biasanya IT Assessment butuh waktu sekitar 5 hari nonstop. Setelah seluruh rangkaian selesai, BSSN akan menyampaikan hasilnya ke BKN.

"Kami harus menindaklanjuti perbaikan berdasarkan hasil tes. Seberapa besar temuan BSSN, saya belum bisa memprediksi," ujar dia.

Jika temuannya tidak banyak, maka perbaikannya juga tidak membutuhkan waktu lama. Sebaliknya kalau potensi temuannya banyak, diperlukan waktu untuk menyempurnakan sistem agar tidak mudah di-hack oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selama masa tunggu itu, lanjut Suharmen, secara paralel BKN sedang melatih para admin instansi soal bagaimana nanti mereka harus melakukan verifikasi/approval atas usulan perbaikan data oleh ASN melalui sistem SIASN.

"Pemutakhiran data ini dilakukan semua by sistem. Di level user, seluruh ASN baik PNS maupun PPPK mengusulkan melalui aplikasi MySAPK. Approval oleh instansi dilakukan melalui SIASN instansi (salah satu modul di SIASN)," pungkas Suharmen. (esy/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler