Kapitra Ampera: Mereka Mau Murtad Masif?

Minggu, 24 Februari 2019 – 23:00 WIB
Kapitra Ampera dalam jumpa pers di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (18/7). Foto: elfany Kurniawan/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Kapitra Ampera turut mengomentari puisi yang dibacakan Neno Warisman dalam acara Munajat 212 pada Kamis (21/2) lalu.

Dalam puisi itu, menurut Kapitra terdapat bait yang berupa ancaman. Apabila yang dikehendaki tidak dikabulkan, maka akan banyak yang tidak menyembah Allah lagi.

BACA JUGA: Polisi Pastikan Penganiayaan Wartawan di Munajat 212 Dapat Perhatian Khusus

“Jadi, kalau Allah tidak memenangkan, mereka akan murtad secara masif? silakan,” kata Kapitra, Minggu (24/2).

Menurut Kapitra, pembelaan bahwa puisi Neno itu berlatar pada perang badar juga tak tepat. Apalagi mengaitkannya dengan sunah nabi.

BACA JUGA: Habib Novel Tuding Wartawan Memprovokasi Kericuhan di Munajat 212

“Rasulullah itu melarang untuk memberikan kekuasaan kepada orang yang meminta-mintanya,” tegas dia.

Diketahui, puisi Neno menuai kontroversi karena ada bait yang mengancam tidak akan menyembah Allah apabila permohonannya tidak dikabulkan. (cuy/jpnn)

BACA JUGA: Anggap Puisi Neno Dahsyat, Habib Novel Sebut Pemrotesnya Sesat

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Habib Soleh Anggap Neno Warisman Menista Allah dan Nodai Islam


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler