Kapolda Papua Ungkap Pelaku Penyerangan Satgas Pamtas di Keerom

Senin, 30 Desember 2019 – 23:33 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, Jayapura, Rabu (18/12/2019). ANTARA/Evarukdijati/aa

jpnn.com, JAYAPURA - Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menyerang anggota Satgas Pamtas RI-PNG di wilayah Kabupaten Keerom.

Irjen Paulus menduga kelompok tersebut dipimpin Jefri Pagawak dan Jemi Wenda, anak Matias Wenda, salah satu pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang tinggal di sekitar Bewani, PNG.

BACA JUGA: Ruslan Sani Tewas Mengenaskan, Tubuh Sopir Taksi Online Itu Dihujani Tusukan

"Memang benar kedua orang itu diduga memimpin anggotanya yang berjumlah empat orang dengan membawa tiga pucuk senjata api menyerang anggota TNI hingga menewaskan satu anggota TNI," kata Irjen Waterpauw kepada ANTARA, di Jayapura, Senin malam.

Dia menyatakan, saat ini tim gabungan TNI-Polri sudah dikerahkan untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut.

BACA JUGA: Kapolda Papua: Pembawa Kabur Senpi Anggota Polsek Beoga Masih Diburu

Pengejaran akan terus dilakukan terhadap KKB yang melakukan penembakan hingga menewaskan Serda Miftakfur.

"Selain menewaskan Serda Miftakhur, dalam insiden tersebut juga mengakibatkan satu anggota Yon Infanteri 713/ST terluka," kata Irjen Pol Waterpauw.

BACA JUGA: Kapolda Jambi Perintahkan Jajarannya Buru Bripka Eko Sudarsono

Kapendam XVII Cenderawasih Kol Cpl Eko Daryanto secara terpisah mengatakan, insiden penyerangan yang dilakukan KKB terhadap anggota Yonif 713/ST, Senin, sekitar pukul 08.00 WIT itu terjadi saat anggota sedang mengambil logistik dari Pos Kali Asin.

Kontak tembak sempat terjadi, dan saat ini kedua korban sudah dievakuasi, kata Eko, seraya menambahkan Prada Juwandy saat ini dirawat di RST Marthen Indey.

BACA JUGA: Polda Riau Hibahkan Rumah kepada Istri Bripka Hendra Saut yang Gugur di Papua

Sedangkan jenazah Serda Miftakfur disemayamkan di Makorem 172/PWY, dan dijadwalkan Selasa (31/12) dievakuasi ke Semarang, Jawa Tengah untuk dimakamkan ke kampung halamannya di Demak, kata Eko pula.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler