Kapolda Sumut: Bila Perlu, Para Pelaku Ditembak Mati

Selasa, 29 Desember 2020 – 22:00 WIB
Pelaku bajing lonjat yang pernah viral dan ditangkap kepolisian, beberapa waktu lalu. Foto: sumutpos

jpnn.com, MEDAN - Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin angkat bicara terkait maraknya aksi bajing loncat yang kerap beraksi di jalan tol.

Ia mengatakan telah memerintahkan seluruh jajaran Polres dan Polsek agar dapat bergerak cepat mengamankan para pelaku kejahatan ini.

BACA JUGA: 4 Fakta Mahasiswi Diperkosa Sopir Travel, Nomor 3 Paling Bikin Geram

“Bila perlu, para pelaku ditembak mati, lantaran sudah meresahkan masyarakat. Saya perintahkan untuk memberikan ketegasan tepat dan terukur,” tegasnya.

Ia mengaku pihaknya merasa heran melihat kasus bajing loncat di Sumut, dikarenakan beroperasi di siang hari.

BACA JUGA: Briptu Ryanzo Ditahan, Kasusnya Bikin Malu Polri, Kapolda Tegas Bilang Begini

“Peristiwa ini baru ditemui di Sumut dan tidak ada di daerah lain,” sebutnya.

Modus yang digunakan para pelaku juga sangat nekat. “Modus baru para bajing loncat ini adalah sengaja menyeberang di jalan tol, dan pura-pura tertabrak. Setelah itu, kawanannya akan langsung menghampiri mobil dan membawa senjata tajam untuk mencuri,” ujar Kapolda di Mapolda Sumut, Senin (28/12).

BACA JUGA: Bajing Loncat yang Menjarah Truk Bermuatan Besi di Jaktim Ditangkap, Ini Modusnya

Ia menegaskan pihaknya tidak akan menahan pengendara lalu lintas yang menggunakan jalan tol apabila menabrak orang.

Menurut Martuani, tidak ada hukum lalu lintas yang diberlakukan terhadap peristiwa tersebut. Lantaran, fasilitas penyeberangan warga sudah disediakan pengelola jalan tol. Seharusnya tidak nekat menyeberangi jalan tol.

“Kalau terjadi lakalantas di jalan tol, tidak ada hukumnya,” katanya. 

Sementara, posko bajing loncat di Jalan Rumah Potong Hewan, Lingkungan 5 Mabar, Kecamatan Medan Deli sudah nonaktif sejak dua Minggu lalu.

Saat dikonfirmasi ke Camat Medan Deli, Fery Suheri membenarkan bahwa posko saat ini dinonaktifkan hingga akhir tahun.

“Benar sementara posko dinonaktifkan dan mungkin di awal tahun 2021 akan kami buat lagi,” ungkap Fery kepada wartawan, Senin (28/12).

Berdasarkan informasi dari Fery bahwa satu di antara alasan nonaktifnya posko ini lantaran kurangnya personel jaga.

“Kami baru nonaktif karena ada beberapa peraturan baru dan kami kekurangan personel. Jadi nanti kami fokuskan kembali untuk posko,” ujarnya.

Walau sudah dinonaktifkan, Fery mengatakan tetap melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan patroli.

“Kami tetap berkoordinasi dengan pihak polsek untuk patroli di sekeliling KA. Karenakan polsek dan Koramil juga turut membantu posko ini. Kepling pun tetap rutin patroli, walaupun tidak ada jadwal khusus tetapi itu sudah jadwal pantauan,” ujar Fery.

Tambahnya, Fery juga mengingatkan pengendara untuk selalu berhati-hati saat melintasi wilayah rawan bajing loncat dan tidak ragu akan menindaklanjuti jika ada aksi bajing loncat yang tertangkap.

“Lebih berhati-hatilah. Mudah-mudahan tidak ada masalah karena selama ini tetap kita awasi. Kalaupun tiba-tiba mereka melakukan kegiatan seperti itu lagi, segera kita lakukan tindakan ke Polsek,” pungkasnya.

BACA JUGA: Mahasiswi Penumpang Travel Disuruh Duduk Dekat Sopir, di Tengah Perjalanan Dipaksa Begituan

Sebelumnya, posko bajing loncat ini didirikan setelah viralnya aksi bajing loncat di Jalan Rumah Pinggir Hewan tepatnya pinggir rel Mabar yang akhirnya mendapat respon dari pihak Kecamatan Medan Deli, Medan. (mag-1/bbs/azw/sumutpos)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler