Kapolda Tegaskan Setiap Venue Asian Games Dijaga Khusus

Jumat, 18 Mei 2018 – 03:30 WIB
Ilustrasi Asian Games 2018. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, PALEMBANG - Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menegaskan bahwa menjelang Asian Games XVIII 2018 Agustus mendatang, Palembang, Sumatera Selatan harus aman terkendali.

Dia memastikan akan menindak tegas jika ada yang mencoba macam-macam. Katanya, sel-sel teroris sudah dipetakan semua. Keberadaan mereka bahkan telah terdeteksi.

BACA JUGA: Relawan Asian Games 2018 Tidak Takut Teror Bom

“Kalau ada yang mulai aneh-aneh, akan disikat. Saya tidak ragu untuk memberi perintah tembak di tempat,” ujar Zulkarnain.

Karena itu, pengamanan selama multi sport event se-Asia itu berlangsung, akan sangat ketat. Setiap venue dijaga tim gabungan. Termasuk di dalam tim itu ada penembak juti (sniper).

BACA JUGA: Pernak - Pernik Asian Games Unik Bisa Dibeli di Sini

Polda Sumsel akan di back up Polda Lampung, Polda Riau, Polda Bengkulu, Polda Jambi, dan Polda Bangka-Belitung. “Kami tidak mau terjadi apa-apa dengan seluruh peserta Asian Games. Kami tidak main-main tentang ini,” tegasnya.

Kapolda menegaskan para pelaku terorisme bukan asli orang Sumsel. Tapi, warga datangan. Dirinya berharap, masyarakat tetap tenang namun selalu waspada. “Peran serta masyarakat sangat penting, Segera laporan jika ada aktifitas yang tidak wajar,” lanjutnya.

BACA JUGA: Sandiaga Pastikan Asian Games 2018 Sesuai Jadwal

Sebelum Asian Games 2018, Palembang juga akan menjadi perhatian dunia. Pada 23-28 Juli mendatang, kota pempek jadi tuan rumah sidang Internasional Co-ordinating Council of the Man and the Biosphere (ICC-MAB) ke-30 UNESCO. “Prioritas keamaman sangat penting terhadap event-event internasional tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, hasil pemeriksaan intensif terhadap dua terduga teroris, Hery alias Abdurrahman alias Abu Rahman (38), dan Hengky Satria alias Abu Ansor (39), menguak fakta baru. Terungkap kalau di wilayah provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ada jaringan keduanya.

Saat ini, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 di-back up Polda Sumsel sedang berada di Kota Lubuklinggau. Mereka memburu orang yang diduga pencari dana amaliah dua sekawan yang diduga jemaah anshorut daulah (JAD) asal Pekanbaru itu.

“Saat ini tim masih di lapangan (Lubuklinggau). Kami juga bersinergi dengan TNI dan inteligent community lainnya,” ungkap Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, di Mapolda Sumsel, kemarin.

Untuk Abu Rahman dan Abu Ansor sendiri, masih diamankan di Mako Satbrimob Polda Sumsel. Statusnya belum berubah, masih terduga teroris pascapenangkapan di kawasan pasar Km 5 Palembang, Senin (14/5) lalu. Penetapn tersangka dalam proses hukum tentu harus berdasarkan fakta yuridis.

“Tidak bisa hanya pengakuan, tapi harus ada alat bukti. Karena itu, keduanya masih terus kami dalami pengakuannya,” terang Zulkarnain. Abu Rahman dan Abu Ansor berangkat dari Pekanbaru ke Jakarta, untuk ikut menyerang Mako Brimob Kelapa Dua Depok, pascakerusuhan 8 Mei lalu.

Namun kondisi sudah keburu kondusif, ikhwan-ikhwan JAD Pekanbaru itu sudah dipindah ke Lapas Nusakambangan. Dalam perjalanan pulang ke Pekanbaru, Abu Rahman dan Abu Ansor mampir ke Palembang, hingga ditangkap Senin (14/5) Tim Densus 88 di-back up Polda Sumsel.

Mereka mengaku ke Palembang, hendak menemui dosen berinisial L. Terkait dosen berinisial L tersebut, Kapolda meluruskan belum ada fakta keterlibatannya. Bahkan dosen tersebut sampai saat ini belum dimintai keterangannya. Polisi masih mengumpulkan informasi selengkap-lengkapnya.

Kata Kapolda, Abu Rahman mengaku dirinya punya utang dengan dosen berinisial L tersebut. Dia bermaksud menemui. Sekaligus hendak meminta maaf. Sebab 2011 lalu, Abu Rahman batal menikah dengan S, adiknya dosen L tersebut. “Kami tidak akan menzalimi orang. Kalau tidak ada kaitan, ya untuk apa dimintai keterangan. Sejauh ini tidak ada kaitan apa-apa,” tegasnya.

Lanjut jebolan Akpol 1985 itu, para teroris dalam bertindak punya konsep harus berhadapan langsung dengan aparat, khususnya Polri. Mereka beranggapan, jika mati setelah berhadapan dengan aparat, akan langsung masuk surga dan disambut 70 bidadari. “Itu ‘kan konsep yang mereka yakini,” tukasnya.

Kapolda juga angkat bicara terkait penggeledahan rumah kayu kosong di Jl Residen A Rozak, depan Kompleks RBO Bina Marga, Kecamatan Kalidoni, Selasa (15/5) lalu. ”Sejauh ini belum ada kaitan apapun dengan teroris. Namun cegah sedini mungkin harus kami lakukan,” imbuhnya.(vis/ran/air/ce1)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ingin Asian Games Bebas dari Teror, Mbak Puan Gelar Rakor


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler