Kapolri Bela Polisi Penembak Fuad

Jumat, 19 Desember 2014 – 21:07 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Kapolri Jenderal Sutarman menegaskan penyanderaan terhadap seorang anak Sekolah Dasar di dekat Kantor Kodim 0817 Gresik, Jawa Timur Rabu 17 Desember 2014, lalu merupakan sebuah teror.

Karenanya, Kapolri Jenderal Sutarman menegaskan bahwa langkah tegas yang diambil jajarannya di Gresik yang berujung pada tewasnya pelaku bernama Fuad Ahmad belum tentu menyalahi aturan.

BACA JUGA: Ratusan Buruh Migran di Tawau Ikuti Isbat Nikah Massal

"Namanya menyandera seseorang adalah perbuatan teror. Apalagi terhadap anak-anak," kata Sutarman usai sebuah acara di Central Park, Jakarta Barat, Jumat (19/12).

Seperti diketahui, kematian Fuad yang merupakan warga Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu pun menimbulkan penyesalan di hati keluarga.

BACA JUGA: Fahri: Golkar Akan Lebih Baik di Luar Pemerintahan

Pihak keluarga menilai aksi tembak mati oleh Tim Buser Polres Gresik terhadap Fuad yang telah melepaskan sandera dan tak bersenjata sebagai sebuah kesalahan.

Namun Sutarman menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi untuk melihat apakah tindakan tegas itu menyalahi aturan atau tidak. "Laporan sudah kita cek tindakan yang bersangkutan benar atau tidak," jelas Sutarman.

BACA JUGA: Anak Buah SBY Cibir Aksi Penenggelaman Kapal

Yang jelas, kata dia, pelaku tersebut sudah membahayakan jiwa seseorang dengan melakukan penyanderaan. Menurutnya, hal itu sangat membahayakan bahkan korban bisa terbunuh. 

Lebih jauh Sutarman juga mengimbau pihak sekolah untuk meningkatkan pengamanan. Termasuk sekolah yang banyak anak-anaknya. Pengamanan dalam juga harus ditingkatkan. "Sehingga tidak ada orang asing masuk apalagi menyandera anak-anak yang bisa menyebabkan trauma," imbau Sutarman. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fahri Hamzah Minta Agung Laksono Move On


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler