Kapolri Dipanggil Jokowi ke Istana Gegara Bentrok Pekerja Lokal dan China di PT GNI

Senin, 16 Januari 2023 – 20:41 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan kerusuhan di PT GNI, Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Senin (16/1/2023). ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga

jpnn.com, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan pihaknya akan mengusut kasus bentrok antara pekerja lokal dan China di PT. Gunbuster Nickel Industry (GNI), Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah.

Hal itu disampaikannya setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/1).

BACA JUGA: Perintah Presiden Jokowi kepada Polri: Tindak Tegas Pelaku Kerusuhan di PT GNI

Presiden Jokowi meminta kepolisian untuk mengungkap secara jelas dan terbuka atas peristiwa bentrok yang terjadi di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI).

Presiden juga meminta polisi agar para pelaku dapat ditindak secara tegas.

BACA JUGA: Kasus Bentrokan di PT GNI, Kapolri: 17 Orang Sudah Ditetapkan Sebagai Tersangka

“Bapak Presiden, yang jelas beliau memerintahkan kepada kepolisian untuk menindak tegas terhadap para pelaku tindak pidana, kepada para pelaku perusakan, dan para pelaku pelanggar hukum. (Presiden meminta kepolisian) mengungkap ini seterang-terangnya dan juga menjaga, serta mengawal agar seluruh kegiatan operasional yang dilaksanakan oleh perusahaan kembali bisa berjalan,” kata Kapolri.

Hingga saat ini, Kapolri menjelaskan pihaknya telah mengatasi kasus tersebut dan berhasil mengamankan puluhan orang yang terlibat.

BACA JUGA: Ansori Siregar Mendesak Pemerintah Pulangkan TKA China dari PT GNI Morowali

“Beberapa pelaku perusakan saat ini sudah diamankan kurang lebih ada 71 (orang) yang telah diamankan dan 17 orang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya.

Selain itu, eks Kabareskrim itu juga menyebut saat ini sejumlah pasukan dari Polri dan TNI telah ditugaskan untuk mengawal dan menjaga situasi agar kembali kondusif.

Kegiatan operasional pada perusahaan tersebut dapat kembali berjalan.

“Saat ini personel pengamanan baik dari TNI dan Polri sampai dengan saat ini telah diturunkan kurang lebih 548 orang dan akan kita tambah lagi dengan 2 SSK Brimob dari pusat,” tambahnya.

Peristiwa perusakan dan pembakaran yang terjadi di perusahaan nikel tersebut berawal dari adanya gerakan mogok kerja serta masalah industrial, kemudian ditambah dengan adanya provokasi oleh beberapa oknum.

Terkait dengan masalah yang terjadi, Kapolri menyampaikan bahwa pihak pengamanan akan mengawal proses penyelesaian kasus hingga selesai.

“Terkait dengan masalah-masalah hubungan industrial yang bisa diselesaikan secara aturan undang-undang, tentunya tahapannya itu silakan untuk dijalankan. Kita semua keamanan akan mengawal proses tersebut, sehingga semua dapat berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Di akhir keterangannya, Kapolri menegaskan Polri dan TNI siap untuk memberi pengamanan dan pengawalan karena industri tersebut tidak hanya berpengaruh bagi para tenaga kerja, tetapi juga untuk negara.

“Polri dibantu TNI siap untuk mengawal dan mengamankan karena ini tentunya juga berdampak kepada tenaga kerja-tenaga kerja Indonesia yang juga bekerja di situ, dan tentunya produk dari kegiatan smelter ini tentunya kan juga memiliki nilai tambah bagi negara khususnya dalam hal penambahan devisa terkait dengan program hilirisasi industri,” ungkapnya.

Bentrokan di lokasi proyek PT GNI konon bermula dari aksi anarkistis oleh sekitar 500 pekerja yang mencoba memasuki pos 4 pabrik smelter milik PT GNI untuk melakukan aksi mogok kerja.

Mogok kerja itu buntut tujuh dari delapan tuntutan mereka belum disetujui oleh pihak perusahaan.

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto mengatakan pihak sekuriti perusahaan juga melakukan penghalangan jalan masuk pos 4. Namun, langkah itu berujung pada perlawanan dengan melempari dan merusak kantor sekuriti.

Selanjutnya, massa menerobos masuk di pos 4, lalu menuju ke mes karyawan dan membakar sebuah mes karyawan hingga rata dengan tanah.

Bentrok itu mengakibatkan dua orang tewas.

"Meninggal dunia dua orang. Satu TKA (tenaga kerja asing) dan satu TKI (tenaga kerja Indonesia)," kata Didik saat dikonfirmasi, Senin (16/1).

Kombes Didik mengatakan saat ini kondisi telah kondusif. Kendati demikian, personel kepolisian tetap bersiaga di area masuk perusahaan.

"Alhamdulillah sudah kondusif, personel tetap siaga di sekitar perusahaan," kata Didik. (tan/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jumhur Menduga Kerusuhan di PT GNI Morowali Akibat Ketidakadilan


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler