Kapolri Sebut Ada Mata-mata Abu Sayyaf, Polda Sebar Intel

Selasa, 27 September 2016 – 12:44 WIB
Abu Sayyaf. Foto: AFP

jpnn.com - MANADO - Pernyataan Kapolri Irjen Pol Tito Karnavian yang menyebut adanya mata-mata Abu Sayyaf di Indonesia, ditindaklanjuti Polda Sulut.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Marjuki mengungkapkan, informasi intelijen terbaru yang sudah masuk, belum ada pergerakan mata-mata kelompok teroris Filipina itu di wilayah Sulut.

BACA JUGA: Ketahuilah, Sebenarnya Perda LAD Gowa Sedang Dikaji Kemendagri

”Sampai sekarang belum ditemukan mata-mata militan Abu Sayyaf di Sulut,” ungkapnya seperti diberitakan Manado Post (Jawa Pos Group).

Namun, ditegaskan Marjuki, Polda tak ingin kecolongan sehingga personelnya sudah disebar ke berbagai wilayah yang dinilai rawan disusupi kelompok teroris, khususnya anggota militan Abu Sayyaf. 

BACA JUGA: Kantor DPRD Dibakar, Mendagri Minta Gubernur Kaji Perda LAD Gowa

“Mengingat Sulut berbatasan langsung dengan Filipina. Kami terus mengawasi perkembangan kelompok radikal ini,” jaminnya. 

“Oleh karena itu, petugas terus memantau seluruh aktivitas orang-orang asing. Cara hidupnya, tingkah lakunya, pokoknya yang terlihat asing kita pantau terus,” tambah perwirah tiga melati di pundaknya itu.

BACA JUGA: Dinkes Gandeng Dukun Bersalin untuk Ini

Untuk mencegah masuknya gerakan terorisme, katanya di bandara dan pelabuhan juga sudah disebar intelijen. 

“Selain itu kita bersinergi dengan pihak keamanan di dua pintu masuk itu. Ada juga teknologi CCTV yang semakin membantu kami melakukan pemantauan,” katanya.

Wilayah perairan, menurutnya, mendapat prioritas untuk diawasi. Personel Polair terus melakukan patroli di perbatasan laut. 

“Kami juga memberdayakan komunitas para nelayan untuk kerjasama dengan aparat keamanan. Di mana, jika ada yang mencurigakan mereka akan segera melapor. Begitupun dengan masyarakat umum, kami harap ikut melakukan antisipasi,” tandas Marjuki. (gnr/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kader PPP Dituduh Berzina, DPRD Periksa Perias Pengantin


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler