Karena Kematian Salim Kancil, Polisi Akui Ada Anggotanya Terlibat

Senin, 05 Oktober 2015 – 18:52 WIB
Ilustrasi.

jpnn.com - SURABAYA - Kematian Salim Kancil tidak sia-sia. Aktivis anti penambangan pasir liar tersebut berhasil membongkar banyak persekongkolan jahat terkait dengan penambangan pasir liar. Yang terbaru, polisi akhirnya mengakui bahwa ada sejumlah anggotanya yang terlibat main-main dalam kasus tersebut.

Hal itu diungkapkan Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan. ''Ini kejahatan berjamaah,'' ucapnya. 

BACA JUGA: Seskab Bantah Ada Larangan Publikasi Penanganan Kasus

Sejauh ini, polisi memang baru menetapkan satu aktor intelektual sebagai tersangka, yakni Kades Hariyono. Namun, Anton menyebut ada kemungkinan untuk menangkap aktor lain.

Menurut jenderal bintang dua tersebut, dengan area pertambangan yang luas, mustahil para pejabat setempat tidak mengetahuinya. Terlebih, dalam pengelolaan tambang pasir itu, ada protes dari Salim Kancil cs. ''Problem sosial ini yang coba ditutupi,'' imbuh Anton.

BACA JUGA: Ini Permintaan Anak Buah Megawati agar Jokowi Minta Maaf...

Dia menambahkan, kalau oknum Polri saja bisa terlibat, sangat mungkin pejabat setempat juga bermain. Sejauh ini, ada sembilan anggota yang diperiksa. Mereka diduga menerima jatah bulanan dari Hariyono. Uang sogokan itu dipakai untuk mengamankan area tambang dari protes aktivis antitambang.

Namun, Anton enggan membocorkan nama-nama tersebut. ''Saat ini tim masih berada di Lumajang. Belum bisa diumumkan,'' ungkap alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1984 tersebut. (did/ano)

BACA JUGA: Bareskrim Garap Sekjen Kemenkeu

BACA ARTIKEL LAINNYA... HEBAT: Tanpa Senjata, Prajurit TNI Lumpuhkan Lima Lawan Sekaligus


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler