Karena Tax Amnesty, Monex Ubah Target Pertumbuhan Nasabah

Kamis, 21 Juli 2016 – 05:46 WIB
Sony, Mega, dan Branch Manager Monex Surabaya Jimmy usai MTS di Sheraton Surabaya. FOTO : JPNN

jpnn.com - Gencarnya sosialisasi tentang tax amnesty yang dilakukan Pemerintah mulai membawa hasil positif. Hal itu juga berpengaruh pada perubahan target banyak lembaga. Mulai lembaga keuangan, pialang berjangka, sampai perbankan.

Salah satunya adalah Monex Investindo Futures. Gara-gara kebijakan amnesti pajak, mereka mengaku langsung mengubah target nasabah. Jika sebelumnya, hingga akhir tahun nanti pertumbuhan nasabah ditarget sebesar 15 persen, kini berubah dua kali lipat.

BACA JUGA: Good News, Tax Amnesty Mulai Membawa Sinyal Positif

”Kami optimis pertumbuhan bisa mencapai angka 25 – 30 persen,” jelas head of public relations Monex Investindo Futures Omegawati saat ditemui di sela acara Monex Trading Seminar (MTS) di Sheraton Hotel Surabaya.

Menurut perempuan yang akrab disapa Mega itu, untuk mencapai target tersebut kini Monex rutin menggelar pelatihan MTS di beberapa kota di Indonesia. Sebulan bahkan bisa mencapai dua kali seminar. ”Dari setiap seminar kita targetkan ada 100 orang yang ikut bergabung. Ini kami selenggarakan di 15 kota yang ada cabang Monexnya,” jelas Mega yang hobi mengkoleksi batik itu.

BACA JUGA: Hari Ini, Wings Air Layani Rute Pangkalan Bun-Semarang

Selain menyiapkan pelatihan, perusahaan pialang berjangka tersebut juga menyiapkan kemampuan wakil pialang bersertifikasi untuk membantu para calon nasabah high class yang akan mendepositkan dananya pada Monex. ”Sebagai pelengkap namun yang paling penting, kita juga menyiapkan toolsnya yang mudah diaplikasikan dan otomatis. Namanya Tradeworks. Ini akan sangat membantu nasabah mengatur transaksinya agar bias meraih profit,” jelas Mega.

Sementara itu, di kesempatan yang sama Sony Dwi Nugraha, educator Monex mengajak masyarakat memanfaatkan kisruh Brexit yang tak kunjung kelar, sehingga berdampak pada bursa keuangan dunia. Volatilitas yang tinggi sebagai dampak dari kondisi tersebut bagi sebagian pihak memiliki resiko, tapi bagi pihak lain justru merupakan peluang emas.

BACA JUGA: Akhir Tahun, Transaksi Industri Hulu Migas Rp 150 Triliun

”Dua komoditas yang bisa dimanfaatkan adalah minyak dan emas,” jelas dia. (JPNN/pda)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jemput Bola Tax Amnesty, Panin Siapkan Layanan Prima


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler