Kartu Prakerja Diakui Dunia Internasional, Patut Dicontoh Banyak Negara

Sabtu, 11 Februari 2023 – 16:56 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Cipta Kerja. Foto: tangkapan layar webinar publik bertajuk Bringing 16.4 Million People Closer to Full and Productive Employment and Decent Work Using Digital Technology pada Jumat, (10/2).

jpnn.com, JAKARTA - Kartu Prakerja mendapat pengakuan internasional atas keberhasilannya memanfaatkan teknologi digital.

Hal itu merupakan buah dari manfaat Kartu Prakerja kepada 16,4 juta orang di seluruh Indonesia dalam kurang dari tiga tahun.

BACA JUGA: Perpu Cipta Kerja dan Kartu Prakerja Saling Mendukung Mitigasi Dampak Resesi Global

Pakar pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) menilai Prakerja adalah game changer, atau pembawa perubahan besar, dalam upaya meningkatkan pembelajaran bagi orang dewasa di luar pendidikan formal.

Hal itu diungkapkan Direktur UNESCO Institute for Lifelong Learning David Atchoarena saat membuka acara pendukung Sidang ke-61 Komisi Pembangunan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN CSocD-61 PBB) yang digelar di New York, Amerika Serikat dalam webinar publik bertajuk Bringing 16.4 Million People Closer to Full and Productive Employment and Decent Work Using Digital Technology pada Jumat, (10/2).

BACA JUGA: Program Kartu Prakerja Harus Mampu Mencetak Tenaga Kerja yang Kompetitif

David mengatakan pemanfaatan perkembangan digital dalam pelaksanaan Kartu Prakerja dinilai baik.

Sebab, cukup inovatif terutama terkait pembelajaran dan pendidikan orang dewasa (adult learning and education).

BACA JUGA: Top! Airlangga Ketok Aturan Prakerja 2023, Sebegini Nilai Bantuan untuk Peserta

“Ini sekaligus membangun jembatan antara pendidikan formal dan informal. Teknologi menjadi ‘game changer’ terutama dalam memberikan tempat bagi platform digital untuk pengembangan keterampilan angkatan kerja (upskilling dan reskilling),” katanya.

David menilai Kartu Prakerja patut ditiru negara-negara lain, karena sejalan dengan misi organisasi yang dipimpinnya, yakni memberikan kesempatan pembelajaran seumur hidup.

“Tujuan pembelajaran sepanjang hayat, antara lain bertujuan untuk menekan ketidakadilan gender dan ketimpangan ekonomi,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Cipta Kerja, yang merupakan lembaga pengarah kebijakan membeberkan misi kemanusiaan yang dijalankan pemerintah tersebut.

Menurutnya, program Kartu Prakerja merupakan pemberdayaan yang melibatkan pendidikan, ketenagakerjaan, dan kewirausahaan.

“Hasilnya, sejak 2020 hingga 2022, lebih dari 16,4 juta orang dari seluruh wilayah dan kota di Indonesia telah mengikuti program ini. 51 persen dari mereka adalah perempuan dan tiga persen adalah penyandang disabilitas. Dari mereka yang menganggur, sepertiga dari mereka kini bekerja, baik sebagai pemilik usaha kecil maupun sebagai karyawan,” kata Airlangga.

Airlangga menyatakan program ini lebih dari sekadar kebijakan, pendanaan, atau teknologi. Dibutuhkan perubahan radikal dalam institusi dan budaya, serta di pemerintahan, perusahaan dan individu.

“Program ini tidak hanya efektif dalam memberikan hasil yang baik, tetapi juga dengan biaya yang efisien,” pungkas Airlangga.

United Nations Commission for Social Development (UN CSocD-61 PBB) adalah lembaga kunci PBB yang menangani isu pembangunan sosial.

Lembaga yang menjadi bagian dari Dewan Ekonomi dan Sosial PBB sejak 1946 ini bertugas mengimplementasi aksi-aksi nyata Deklarasi Kopenhagen. Aksi tersebut mencakup upaya menumbuhkan lingkungan yang sesuai untuk pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan.

Selain itu juga perluasan kebekerjaan yang produktif, pengurangan pengangguran dan integrasi sosial dalam pembangunan.(mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler