Kartu Tani Bikin Petani Makin Gampang Tebus Pupuk

Kamis, 26 April 2018 – 13:50 WIB
Petani panen di sawah. Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Para petani di Jawa Tengah, Banten, DI Jogjakarta, dan Tasikmalaya yang sudah menerima Kartu Tani dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) sudah bisa menebus pupuk bersubsidi di kios pupuk.

Kehadiran Kartu Tani membuat para petani semakin mudah dalam menebus pupuk bersubsidi.

BACA JUGA: Kementan Dorong Petani Jadi Peserta AUTP Komersial

Vice President Social Entrepreneurship Division Bank BRI Sepyan Uhyandi mengatakan, jumlah Kartu Tani yang sudah disalurkan di Jateng per 23 Maret 2018 sudah mencapai 2,3 juta lembar.

Jumlah Kartu Tani yang disalurkan petani di Jateng ini sudah sebanyak 96 persen dari target.

BACA JUGA: Kang Hasan Masuk ke Sawah, Urusan Nandur Masih Lincah

“Jumlah Kartu Tani yang disalurkan di Jateng sudah cukup banyak sehingga petani yang telah menerima Kartu Tani bisa memanfaatkannya untuk menebus pupuk bersubsidi,” kata Sepyan dalam diskusi bertajuk Kedaulatan Pangan, Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045 di Jakarta belum lama ini.

Menurut Sepyan, petani yang sudah menerima Kartu Tani bisa datang langsung ke kios pupuk lengkap (KPL) untuk membeli pupuk dengan harga subsidi.

BACA JUGA: Bulog Desa Penebus Dosa

“Ketika petani pemegang KT menebus pupuk di KPL sudah ketahuan berapa kuota yang bisa ditebusnya sehingga KT ini akan tepat sasaran,” jelas Sepyan.

Meski petani bisa memanfaatkan KT untuk menebus pupuk bersubsidi, pihaknya bersama Dinas Pertanian setempat sampai saat ini terus melakukan sosialisasi dan edukasi.

“Kami lakukan edukasi ke petani supaya lebih mengenal cara penggunaan kartu tani. Sebab, kartu tani nantinya tak hanya berfungsi untuk menebus pupuk, tetapi bisa jadi kartu debit atau kartu tabungan,” jelas Sepyan.

Selain ditunjuk Kementerian Pertanian (Kementan) untuk membuat Kartu Tani di Jateng, BRI saat ini juga mendapat tugas membuat produk serupa untuk petani di Banten, DIY, dan Tasikmalaya.

Kartu Tani yang disalurkan di Jateng sudah cukup banyak, mencapai 96 persen dari target.

Sisanya akan diserahkan ke petani pada tahun ini. Begitu juga untuk KPL yang nantinya jadi agen BRI Link.

Saat ini sudah tersedia sebanyak 5.510 KPL atau 99 persen dari target.

Sementara itu, Kartu Tani yang diserahterimakan ke petani Banten per 23 Maret 2018 sebanyak 187 ribu atau sebanyak 93 persen dari target.

Jumlah KPL yang tersedia sebanyak 318 ribu unit atau sebanyak 74 persen dari target.

Sepyan mengatakan, BRI juga menyerahkan 252 ribu Kartu Tani ke petani di DIY. Jumah Kartu Tani yang diserahkan ke petani tersebut sudah sebanyak 96 persen dari target.

KPL yang tersedia di DIY saat ini sudah sebanyak 196 ribu unit atau telah mencapai 100 persen.

“Kalau di Tasikmalaya kami sudah menyerahkan KT kepada 101 ribu petani atau sebanyak 89 persen dari target. Kami juga sudah menyiapkan 54 ribu KPL atau sebanyak 51 persen dari target,” kata Sepyan.

Selain BRI, ada dua bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni BNI dan Bank Mandiri yang ditunjuk pemerintah untuk menerbitkan Kartu Tani.

Masing-masing bank BUMN tersebut mempunyai tugas menerbitkan Kartu Tani sesuai daerah yang sudah ditentukan.

BRI ditunjuk untuk menerbitkan Kartu Tani di daerah Jawa Tengah, Banten, DIY, dan Tasikmalaya.

Bank Mandiri ditunjuk untuk menerbitkan Kartu Tani di Jawa Barat (Jabar). Sementara itu, Bank BNI ditunjuk pemerintah menerbitkan Kartu Tani di Jawa Timur (Jatim).

“Provinsi Banten yang semula diserahkan ke BTN per 14 Agustus 2017 pembuatan KT-nya sudah diserahkan ke BRI,” kata Sepyan.

Di tempat terpisah, Direktur Pupuk dan Pestisida Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Muhrizal Sarwani mengatakan, petani di Jawa secara bertahap sudah bisa memanfaatkan KT untuk menebus pupuk bersubsidi.

“Nantinya, secara bertahap KT ini bisa difungsikan untuk kartu debit (tabungan) dan bisa dimanfaatkan sebagai data akses kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga rendah (tujuh persen per tahun),” kata Muhrizal.

Menurut Muhrizal, kartu tani yang telah di-launching penggunaannya untuk menebus pupuk bersubsidi di Jawa Tengah (Jateng) pada Januari 2018 lalu diharapkan bisa menjadi “kartu sakti” bagi petani.

Kartu Tani bisa disebut sebagai kartu sakti dengan multifungsi. Sebelum Kartu Tani diterbitkan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) melalui Dinas Pertanian melakukan pendataan langsung ke kelompok tani (Poktan) agar penyaluran KT tak salah sasaran. Artinya, petani didata sesuai nama dan alamat (by name by address).

Petani yang telah memiliki KT tentunya sangat beruntung. KT tak sekadar sebagai kartu identitas petani, tetapi memiliki banyak manfaat lain bagi petani.

Hal itu memudahkan petani dalam melakukan transaksi. Sebab, KT ini sendiri merupakan alat transaksi yang berbentuk kartu debit.

“Selain itu, berfungsi sebagai pendataan penerimaan jatah pupuk bersubsidi, Kartu Tani bisa digunakan untuk transaksi,” ujar Muhrizal. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perlu Optimalisasi Data untuk Kartu Tani


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kartu Tani   petani  

Terpopuler