SEDIKITNYA 200 karyawan Hotel Menara Peninsula di Jalan S Parman, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (8/2), mogok kerja. Aksi ini dipicu sikap arogan manajemen hotel yang telah merumahkan salah satu karyawannya, yang tidak lain Ketua Pengurus Unit Kerja Serikat Buruh PT Manara Peninsula, Supriyo. “Kami tidak terima teman kami dirumahkan, kami juga ingin kejelasannya. Makanya semua anggota serikat sepakat mogok kerja,” ujar Purnomo, Sekretaris Serikat Pengurus Unit Kerja Serikat Buruh PT Manara Peninsula.
Untuk menuntut legalitas tersebut, sebagian karyawan melakukan unjuk rasa di depan gerbang utama Menara Peninsula, Jalan S Parman, Palmerah, Jakarta Barat. Sebab, selain merumahkan salah satu karyawan, banyak peraturan perusahaan yang dibuat secara sepihak oleh managemen. “Kami tidak pernah diberi uang lembur dan tunjangan kesehatan. Hal ini jelas mempersulit kami. Tunjungan masa kerja karyawan juga dipukul rata semua,” kata purnomo yang mengaku anggota serikat berjumlah sekitar 200 karyawan.
Tentunya aksi unjuk rasa tersebut membuat arus lalu lintas di sepanjang Jalan S. Parman dari arah Grogol menuju Slipi macet total. Kemacetan terlihat mengular kurang lebih 500 meter sebelum hotel.
Sementara itu, Manajer Humas Menara Peninsula, Azelia Faramita, menuturkan, skorsing yang dilakukan pihak perusahaan terhadap Supriyo dilakukan karena Ketua Serikat Pekerja Menara Peninsula tersebut memang bermasalah. “Pak Supriyo sudah beberapa kali melanggar aturan dan protokol yang ditentukan pihak hotel. Karena itu kami terpaksa merumahkan beliau, sesuai prosedur perusahaan,” kata Azelia.
Terkait peraturan perusahaan, Azelia mengatakan, perusahaan masih terus melakukan pembahasan terkait perjanjian kerja bersama dengan para karyawan. Oleh karenanya, ia berharap para karyawan untuk bersabar.
“Apa yang jadi tuntutan karyawan tetap kami perjuangkan, hanya masih dalam tahap proses,” papar Azelia yang mengaku selama aksinya para karyawan berjalan damai, sehingga aktivitas di dalam hotel tidak terganggu. (ash)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Bulog Diminta Antisipasi Kenaikan Harga Beras
Redaktur : Tim Redaksi