Kasatreskrim: Yang Main Hakim Sendiri, Saya Tangkap!

Sabtu, 02 Mei 2020 – 14:34 WIB
Penangkapan jambret sadis di rumahnya. Foto: Ngopibareng.id

jpnn.com, KEDIRI - Seorang pria babak belur dikeroyok warga di Kediri baru-baru ini. Diduga laki-laki tersebut adalah pelaku jambret yang tertangkap usai melakukan aksinya di Jalan Kapten Tendean Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri.

Pria berinisial P (40) warga Kecamatan Tosaren, Kota Kediri tersebut diamankan di rumah warga untuk menghindari warga yang main hakim sendiri. Tak lama kemudian, polisi tiba di lokasi dan mengamankan pelaku ke kantor polisi.

BACA JUGA: Detik-detik Menegangkan Perempuan Mengejar Jambret, Braaak! Tewas

Saat proses evakuasi pelaku jambret dari rumah warga sempat terjadi ketegangan antara polisi dengan warga.

Begitu pelaku dibawa polisi secara spontan warga meneriaki penyebar corona dan beramai-ramai memukul tersangka tersebut.

BACA JUGA: Bandit Jalanan Nekat Jambret Ponsel Pak Kapolsek, Ya Begini Jadinya

Melihat massa tak terkendali, Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Gusti Agung Ananta yang memimpin langsung evakuasi pelaku, berusaha menenangkan massa.

"Yang main hakim saya tangkap. Saya Kasat Reskrim," tegasnya kepada warga.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Luhut vs Said Didu, Jutaan Guru PNS dan Honorer Tak Berkualitas?

Informasi di lapangan, pelaku P saat beraksi bersama temannya yang berhasil kabur dalam masih dalam pengejaran polisi. Pelaku menjambret HP korban yang sedang berboncengan.

Salah satu korban bernama Nanda, warga Tirtoudan sedang mengendarai sepeda motor dibuntuti oleh dua pelaku yang juga mengendarai sepeda motor matik.

Saat jalanan sepi pelaku langsung merampas handphone korban. Akibatnya, salah satu korban terjatuh dari motornya hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara korban lainnya mengalami luka.

"Korbannya jatuh. Pelakunya saya tangkap terus saya serahkan ke RT. Kalau nggak salah pelakunya 2 orang. 1 orang kabur masuk ke kebun tebu belakang Puskesmas Bence," kata Riswanda, warga setempat.

Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana saat dikonfirmasi membenarkan terjadi aksi pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan satu korban meninggal.

"Informasi awal dari percobaan pencuriaan dengan kekerasan yang menjadikan satu korban meninggal dunia karena terlibat kecelakaan. Saat ini kami telah amankan satu pelaku, pelaku lain kabur yang saat dalam pengejaran," kata AKBP Miko.

Miko menambahkan, pelaku merupakan residivis dalam kasus yang sama pada 2007 lalu. "Pelaku berinisial P ini sementara infonya residivis. Yang satu belum tahu, karena masih kami kejar," katanya. (ngopibareng/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler