Kasus Varian Delta Melonjak, Jepang Batasi RS Hanya untuk Pasien Parah

Rabu, 04 Agustus 2021 – 23:01 WIB
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga bersiap untuk berfoto dengan para menteri kabinet di kediaman resmi Suga di Tokyo, Jepang, Rabu (16/9/2020). Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Issei Kato/nz/cfo/aa

jpnn.com, TOKYO - Menteri Kesehatan Jepang Norihisa Tamura pada Rabu memperingatkan bahwa kasus COVID-19 di negara itu telah memasuki "fase baru" dengan lonjakan kasus varian Delta.

Pemerintah Jepang melakukan pendahuluan untuk memastikan ada cukup tempat tidur untuk pasien COVID-19 yang sakit parah, kata Menkes Tamura.

BACA JUGA: Varian Delta Menyebar di Wuhan, Jumlah Kasus Baru Kembali ke Level Juni 2020

Perdana Menteri Yoshihide Suga pada Senin (2/8) mengumumkan bahwa hanya pasien COVID-19 yang sakit parah yang akan dirawat di rumah sakit, sementara yang lain diisolasi di rumah.

Pengumuman itu merupakan perubahan kebijakan yang dikhawatirkan dapat menyebabkan peningkatan kematian.

BACA JUGA: Polisi China Menangkap Perempuan Tua dengan Tuduhan Menyebarkan Varian Delta

Menteri Kesehatan Norihisa Tamura membela perubahan kebijakan tersebut.

Dia mengatakan bahwa dengan meminta orang-orang bergejala kurang serius untuk mengisolasi diri di rumah, Jepang dapat memastikan tidak kehabisan tempat tidur rumah sakit bagi orang-orang yang membutuhkan perawatan intensif.

BACA JUGA: Amerika Juga Kewalahan Melawan Varian Delta, Semua Naik

"Pandemi telah memasuki fase baru. Kecuali kita memiliki cukup tempat tidur, kita tidak dapat membawa orang ke rumah sakit. Kita perlu bertindak lebih dulu dalam hal ini," kata Tamura kepada parlemen.

"Penting untuk bertindak dengan cepat," katanya.

Tamura menambahkan bahwa pemerintah siap untuk membatalkan kebijakan baru jika tidak membantu mengatasi krisis di rumah sakit.


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler