Ke Iran, Tim IAEA Periksa Program Nuklir

Senin, 30 Januari 2012 – 05:35 WIB

TEHERAN - Pemerintah Iran akhirnya membuka pintu dan akses bagi masuknya tim inspeksi dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) ke negara itu. Kemarin (29/1) tim inspeksi itu tiba di Teheran untuk memulai kunjungan selama tiga hari guna mempelajari tujuan program nuklir Iran.

Kunjungan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di antara Teheran dengan negara-negara Barat terkait aktivitas nuklir Iran. Menurut Direktur Jenderal IAEA Yukiya Amano, Iran cukup kooperatif dan menjawab seluruh pertanyaan yang akan diajukan tim inspeksi. Selama ini pemerintahan Negeri Parah Mullah itu berkali-kali membantah tuduhan Barat bahwa pengembangkan program nuklirnya bertujuan untuk membangun senjata.
 
Tim inspeksi berharap kunjungan ini bisa menyelesaikan isu besar yang memicu ketegangan antara Iran dan Barat terkait program nuklirnya. "Secara khusus kami berharap Iran akan bekerja sama dengan kami terkait kecurigaan internasional soal adanya dimensi militer dalam program nuklir mereka," terang Deputi Direktur IAEA Herman Nackaerts sesaat sebelum meninggalkan Bandara Wina menuju Teheran, Iran.
 
Perwakilan Iran di IAEA Ali Asgar Soltaniyeh menyebut bahwa inspeksi tersebut akan menggagalkan skenario Barat dan membuktikan bahwa tujuan program nuklir negerinya semata-mata untuk kepentingan damai.    
 
Perdebatan terkait aktivitas nuklir Iran menghangat pada November tahun lalu sejak muncul laporan awal IAEA yang mengindikasikan soal adanya kemungkinan dimensi militer di dalam program nuklir negeri Presiden Mahmoud Ahmadinejad itu. Dengan merujuk pada laporan tersebut, Israel bersama Amerika Serikat (AS) dan para sekutunya memiliki rencana untuk melancarkan serangan militer guna menghancurkan fasilitas nuklir Iran.
 
AS telah mengingatkan agar Teheran bisa bekerja sama dengan tim inspeksi IAEA. Washington menyatakan bahwa tak ada alasan bagi Teheran untuk menutup akses ke semua fasilitas nuklirnya.
 
Teheran menyuarakan optimismenya atas hasil inspeksi tim IAEA tersebut. Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi menyatakan bahwa semua pertanyaan yang selama ini mengganggu negara-negara Barat akan terjawab melalui inspeksi langsung dari tim IAEA tersebut.

"Tidak ada yang akan kami tutupi. Iran memang tidak mempunyai aktivitas nuklir bawah tanah," tegasnya seperti dikutip kantor berita Meher kemarin.    
 
Ketua Parlemen Iran Ali Larijani memperingatkan agar IAEA menegakkan prinsip-prinsip yang logis, profesional, dan teknis dalam melaksanakan tugas. "Atau, jika tidak, mereka (IAEA, Red) akan menerima konsekuensinya," kata Larijani."Inspeksi ini menjadi ujian bagi IAEA. Jalan untuk menjalin kerja sama lebih jauh akan terbuka lebar jika tim melakukan tugas secara profesional," lanjutnya.
 
"Tapi, jika tidak dan IAEA memilih hanya menjadi alat (negara-negara maju untuk menekan Iran), kami jelas tidak mempunyai pilihan lagi selain mengkaji ulang kerangka kerja sama dengan lembaga tersebut," tegas Larijani.
 
Di masa lalu, parlemen Iran telah menyetujui undang-undang yang mengharuskan pemerintah mengkaji ulang level kerja sama dengan IAEA. Namun, para pejabat tinggi Iran selalu menggarisbawahi perlunya menjaga hubungan dengan lembaga pengawas nuklir di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut. (BBC/cak/dwi)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Tiga Gedung Ambruk, Dua Tewas, 19 Terkubur


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler