Ke Makau, Menyaksikan Pertunjukan Dancing Water Theater

Terpesona Pemeran Princess, Kagum Seven Riders

Selasa, 30 Oktober 2012 – 17:31 WIB
ANDALAN MAKAU: Salah satu adegan Dancing Water Theater. Foto: Sholahuddin/Jawa Pos

Berdansa di lantai sudah biasa. Tapi, kalau seni tersebut dipadu media air, itu baru langka. Itulah Dancing Water Theater di City of Dream Macau, salah satu tontonan andalan wisata di Tiongkok. Inilah laporan SHOLAHUDDIN yang baru pulang dari sana.
 
= = = = = =

SHOW Dancing Water Theater baru akan dimulai pukul 17.00 hari itu. Namun, beberapa jam sebelumnya, para penonton mengular di pintu masuk. Mereka rela berdiri lama menunggu sampai petugas membuka pintu masuk. Ribuan penonton itu tertib mengantre tanpa berdesak-desakan.
 
Padahal, tidak sedikit di antara mereka yang sudah pernah menyaksikan pertunjukan tersebut. "Saya sudah menunggu sejam," ungkap James Michael, penonton yang mengaku berasal dari Australia.
 
Jawa Pos bersama rombongan Familiarization Trip Macau tidak perlu ikut antre karena mendapat undangan dari pemerintah Makau melalui Macau Government Tourist Office (MGTO) yang bekerja sama dengan AirAsia. "Tapi, sebelum masuk, yang ingin buang air, silakan cepat-cepat ke toilet dulu," kata Ester Lau, tour guide.
 
Tiket di tangan Jawa Pos tertulis kategori A. Itu berarti tiket berada di level medium seharga HKD 880 atau sekitar Rp 1.056.000 (1 HKD sama dengan Rp 1.200). Tiket termahal atau VIP mencapai HKD 1.380 atau sekitar Rp 1,66 juta. Paling murah seharga Rp 565 ribu.
 
Belum sempat Ester menjelaskan alasan mesti cepat-cepat ke toilet itu, kami sudah dipersilakan masuk ke studio. Ruang teater tersebut memang terasa luar biasa. Berbentuk lingkaran tapi tidak utuh 360 derajat, melainkan hanya sekitar 270 derajat. Sisanya, yang 90 derajat, sengaja dikosongkan untuk screen dan permainan tata artistik panggung lain. Ada 1.961 kursi untuk penonton yang hari itu tampak full.
 
Tepat pukul 17.00, musik pengantar pertunjukan mengalun. Lampu penerangan dipadamkan. Penonton yang semula berisik spontan membisu.
 
Atraksi pun dimulai. Diawali seorang nelayan dengan perahu bambu menikmati perjalanannya di sebuah pantai, tiba-tiba energi misterius dari air menciptakan pusaran air yang mengerikan. Nelayan bercaping itu masuk pusaran ke tempat dan waktu masa lampau. Dari situlah tontonan-tontonan menakjubkan dimulai. Ratusan pemain bergantian unjuk kepiawaian.
 
Hampir seluruh penonton dibuat terkesima menyaksikan pertunjukan itu. Tak jarang terdengar tawa dan tepuk tangan. Sebab, pertunjukan selama dua jam tersebut juga diselingi gerakan-gerakan lucu yang mengundang tawa. Misalnya, ketika si manusia lentur berjalan dan berdansa. Dia menggunakan tangan untuk ber-push-up dan berdansa dengan gaya yang memancing tawa. Apalagi dengan dandanan yang unik.
 
Dancing Water Theater nyaris tanpa diselingi dialog pemain. Meski demikian, pengunjung bisa mudah menangkap maksud pertunjukan itu. Sebab, cerita juga tidak ubahnya cerita beberapa sinetron atau film di Indonesia. Yakni, tentang percintaan ala Romeo dan Juliet.
 
Ada bagian-bagian spektakuler yang ditunjukkan para pemainnya. Misalnya, keistimewaan gerakan dansa si Princess yang diperankan Faye Leung. Sebagai pemeran utama dalam drama tari itu, dia tampak romantis. Maklum, Faye termasuk artis papan atas di Hongkong.
 
Perempuan kelahiran Sanghai itu memiliki rekam jejak yang panjang sebagai penari, pemain teater, sampai model. Dia juga tercatat sebagai bintang iklan merek internasional. Faye juga masuk 10 artis terbaik di Hongkong pada 2006 dan 2008.
 
Masih dalam babak cerita, atraksi para pemain motor juga menakjubkan. Arena teater yang berganti-ganti dari air dan daratan dimanfaatkan seven riders untuk unjuk kepiawaian. Panggung yang semula berair tiba-tiba menjadi arena motor cross. Mereka mengendarai motor dengan melayang-layang di udara. Sejumlah pengunjung di deret paling depan pun sempat khawatir tersenggol laju motor yang melaju kencang di arena sempit itu.
 
"Wow, tontonan gila," kata Winarto, salah seorang wartawan Indonesia yang ikut dalam rombongan.
 Sayangnya, show tersebut tidak boleh direkam video. Boleh dipotret, namun tidak boleh menggunakan flash. Jawa Pos yang mencoba merekam dengan fasilitas video menggunakan kamera poket didatangi petugas.
 
Tak terasa dua jam pertunjukan telah selesai. Meski begitu, banyak penonton yang seakan masih menunggu kelanjutan atraksi itu. "Kalau sebelum masuk ke ruangan tidak ke toiltet dulu, tentu sayang melewatkan adegan per adegannya," ujar Ester yang bersama Ningsih A. Chandra, manager communication MGTO perwakilan Indonesia, tidak ikut menyaksikan pertunjukan itu.
 
Pertunjukan Dancing Water sebetulnya sudah cukup lama. Lebih dari dua tahun. Di-launching ke publik pada 16 September 2010 di City of Dream, kompleks Grand Hyatt Macau. Penonton dari berbagai belahan dunia terus mengalir. Dalam sehari, digelar dua kali show. Yakni, pukul 17.00 dan pukul 20.00 waktu setempat. Menurut informasi, hingga kini sudah 2 juta orang yang menyaksikan pertunjukan itu.

"Tontonan ini sudah menjadi salah satu ikon di Makau. Sangat mengasyikkan nonton bareng bersama keluarga," kata Ningsih.

The House of Dancing Water memang telah mencatatkan banyak rekor. Biaya produksinya mencapai USD 250 juta atau sekitar Rp 2,5 triliun. Arena kolam renang yang dipakai untuk pertunjukan membutuhkan 3,7 juta galon atau 17 juta liter air. Arena itu lima kali lebih besar dibanding ukuran kolam renang Olimpiade.

Jumlah personel yang terlibat mencapai 700 orang. Mereka terdiri atas penari, musisi, dan pemain akrobat. Para pemain itu juga berasal dari 25 negara berbeda.

Sejak dibuka, banyak penghargaan yang telah diterima. Di antaranya, tahun ini menjadi pemenang 2011-2012 China Marketing Excellence Award dan China Branding Excellence Award serta tahun lalu meraih penghargaan bergengsi International THEA Award for Outstanding Achievment dari Themed Entertainment Association (TEA). (*/c5/ari)
 
BACA ARTIKEL LAINNYA... Mengunjungi Penjara Para WNI Terpidana Mati di Malaysia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler