Kebakaran Lapas Tangerang, Herman Herry: Saya Minta Polisi Investigasi Mendalam

Rabu, 08 September 2021 – 11:56 WIB
Ketua Komisi III DPR Herman Herry. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi III DPR Herman Herry menyampaikan belasungkawa kepada para korban kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang, Banten. 

Kebakaran itu mengakibatkan 41 orang tewas, 73 narapidana terluka, dan delapan di antaranya luka berat. 

BACA JUGA: Kebakaran Lapas Tangerang, Habib Aboe Minta Ditjen PAS Lakukan Penyelidikan Mendalam

"Pertama, saya atas nama Komisi III DPR RI mengucapkan belasungkawa terhadap seluruh korban kebakaran Lapas Tangerang," kata Herman Herry kepda wartawan, Jakarta, Rabu (8/9).

Politikus PDI Perjuangan itu meminta Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly dan jajaran Ditjen PAS Kemenkumham untuk sesegera mungkin merelokasi pegawai lapas dan warga binaan ke tempat yang aman.

BACA JUGA: Korsleting Listrik Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Hebat di Lapas Klas I Tangerang

"Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan atau mengambil keuntungan dari perisitiwa kebakaran yang terjadi di Lapas Tangerang," ungkapnya. 

Politikus asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu meminta aparat kepolisian agar segera melakukan investigasi dan mengusut tuntas terhadap insiden kebakaran tersebut, sehingga tidak menjadi polemik di tengah-tegah masyarakat.

BACA JUGA: 41 Napi Tewas Dalam Kebakaran Lapas Tangerang, Pihak Keluarga Bisa Hubungi Nomor ini

"Saya minta kepada jajaran Kepolisian segera melakukan investigasi mendalam terhadap kebakaran ini. Saya harapkan peristiwa ini agar diusut secara tuntas," tegas Herman.

Seperti diketahui, sebanyak 41 orang tewas, 73 napi terluka, dan delapan di antaranya luka berat akibat kebakaran Lapas Klas I Tangerang, Banten, Rabu (8/9) dini hari. Kebakaran terjadi di salah satu blok di dalam lapas tersebut.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran langsung meninjau kebakaran tersebut.

"Iya, benar, tadi sekitar pukul 01.45 WIB ada kebakaran di dalam Lapas Klas I Tangerang yang terjadi di Blok C2.  Akibat kejadian tersebut ada korban luka dan meninggal. Korban meninggalnya berjumlah 41 orang dan puluhan lainnya luka-luka," ungkap Irjen Fadil. (boy/jpnn) 

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler