Kebijakan Jokowi Dinilai Membuat Ekonomi Bangsa Semakin Teruji

Sabtu, 09 April 2022 – 15:20 WIB
Presiden Jokowi. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, LAMONGAN - Rektor Universitas Darul 'Ulum (Unisda) M. Hafidh Nashrullah mengatakan akselerasi digital kebijakan Presiden Joko Widodo dinilai mampu membuat ekonomi bangsa semakin teruji.

Utamanya dalam upaya menghadapi revolusi Industri 5.0 di era digitalisasi seperti sekarang ini.

BACA JUGA: Gunakan Listrik Dari PLN, Peternak Ayam ini Bisa Hemat Belasan Juta Rupiah

Hal itu disampaikan Hafidh seusai menghadiri acara Seminar Nasional bertajuk Revolusi Industri 5.0: Ekspansi Gerbang Digital Menyokong Ekonomi Nasional di Unisda, Lamongan.

Hafidh mengatakan langkah nyata terus dilakukan pemerintahan Jokowi dalam menyiapkan bangsa memasuki era revolusi industri.

BACA JUGA: Pegadaian Luncurkan Produk Pembiayaan Wisata Religi, Nasabah Bisa Daftar Haji

Dia menilai persiapan yang digencarkan Jokowi dapat menjaga stabilitas ekonomi bangsa.

Hal tersebut, menurut dia bisa dilihat melalui sejumlah langkah akselerasi digital yang terus didorong pelaksanaannya oleh Jokowi.

BACA JUGA: AESPA Resmi Jadi Brand Ambassador KB Bukopin

Sehingga, dampak positifnya akan langsung dirasakan masyarakat.

"(Kebijakan Jokowi) untuk bisa supaya berkiprah di era perkembangan ekonomi saat ini. Terobosan-terobosan di bidang teknologi, mulai dari perubahan 4G, 5G, bahkan 6G," sebut Hafid.

Hafidh menambahkan revolusi industri menjadi sesuatu yang sulit untuk terelakkan bagi masyarakat. Khususnya, terhadap nasib para generasi muda Indonesia di masa depan nanti.

Namun demikian dia menilai saat ini generasi muda terutama mahasiswa sudah lebih memahami akan terjadinya revolusi industri.

Dia pun meyakini kebijakan Jokowi turut mendukung transformasi generasi milenial yang ada saat ini.

"Terkait dengan revolusi 5.0 yang rupanya juga dipahami mahasiswa ini sebagai sebuah keharusan," ujar Hafidh.

Hafidh berharap agar generasi muda mendukung setiap kebijakan Jokowi terkait revolusi industri. Pasalnya, dengan cara itu akan semakin meningkatkan kompetensi dalam diri.

"Selanjutnya tentu tolong kuasai kompetensi-kompetensi teknologi. Seperti Blockchain, big data, hingga menyoal metavers," seru Hafidh.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler