Kebinekaan Menjadikan Indonesia Negara Kuat

Senin, 20 Mei 2019 – 10:05 WIB
Irjen TNI, Letjen TNI Muhammad Herindra membacakan sambutan tertulis Panglima TNI dalam rangka Safari Ramadan 1440 H/ 2019 M di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Provinsi Riau, Minggu (19/5/2019). Foto: Puspen TNI

jpnn.com, PEKANBARU - Kebinekaan itu seharusnya disyukuri karena akan menjadikan Indonesia negara yang kuat dan lebih dari negara lainnya, karena Indonesia memiliki segala-galanya. Untuk itu, bangsa ini harus bersatu padu menyatukan langkah demi menyiapkan masa depan yang lebih baik.

Demikian sambutan tertulis Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang dibacakan oleh Irjen TNI, Letjen TNI Muhammad Herindra dalam rangka Safari Ramadan 1440 H/ 2019 M yang diikuti oleh ribuan prajurit TNI dan anggota Polri bersama masyarakat di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Provinsi Riau, Minggu (19/5/2019) malam.

BACA JUGA: Pelindo I - AirNav dan Persero Batam Gelar Safari Ramadan BUMN di Riau

BACA JUGA: Panglima TNI Santuni Anak Yatim Piatu, Wakapolri Bantu Warakawuri

Menurut Panglima TNI, kekayaan keanekaragaman yang ada pada bangsa Indonesia seyogyanya menjadi kekuatan. Perbedaan yang ada selayaknya saling mengisi dan melengkapi.

BACA JUGA: Dibangkucadangkan, Andre Taulany Safari Ramadan

 

BACA JUGA: Terbukti, Prajurit Kopassus Hantu Menakutkan Bagi Musuh Negara

Suasana acara buka puasa bersama di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Provinsi Riau, Minggu (19/5/2019). Foto: Puspen TNI

“Potensi itu akan sangat kuat apabila kita menyadarinya dan berupaya untuk mengolahnya menjadi sebuah keunggulan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh prajurit TNI dan anggota Polri, yang telah mengamankan pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu 2019.

“Selaku Panglima TNI saya juga mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi dengan baik. Berkat kerja sama kita semua Pemilu berjalan dengan aman, damai, lancar, dan sukses,” ungkapnya.

Panglima TNI mengingatkan bahwa selama kontestasi politik Pemilu 2019, terdapat kecenderungan polarisasi masyarakat Indonesia. Menurutnya, politik identitas telah memperuncing perbedaan dan mengangkat isu kesukuan, agama, serta berbagai kesenjangan yang ada. “Akibat dari semua itu, sebagian masyarakat kita seolah-olah memusuhi sebagian yang lain,” ucapnya.

“Polarisasi semacam itu merupakan hal yang kontraproduktif dengan upaya kita membangun bangsa. Para pendiri bangsa ini telah menyadari keanekaragaman kita sejak awal. Oleh karena itulah, Bhinneka Tunggal Ika dipilih sebagai semboyan, berbeda-beda tetapi tetap satu,” tuturnya.

BACA JUGA: Ramses: Gerakan People Power, Pembangkangan Terhadap Negara

Selanjutnya, Panglima TNI mengatakan Pemilu 2019 merupakan Pemilu paling rumit di dunia dan ini tidak lepas dari berbagai kekurangan, bahkan ratusan pahlawan demokrasi harus meninggal dunia, ribuan jatuh sakit akibat melaksanakan tugas yang sangat melelahkan.

“Kekurangan yang ada hendaknya menjadi pelajaran dan kita sempurnakan agar tidak terulang lagi. Kita harus mempercayai proses yang sedang berjalan agar sistem yang ada menjadi semakin baik,” katanya.

Panglima TNI pada akhir sambutanya mengajak seluruh anggota masyarakat, Prajurit TNI dan anggota Polri, para ulama untuk menjadi pemersatu bangsa. “Marilah kita menjadi pembawa energi positif bagi lingkungan sekitar kita,” tutupnya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut di antaranya Wakapolri Komjen Pol .Ari Dono Sukmanto, Pangdam I/BB Mayjen TNI M.S. Fadhilah, Kapolda Riau Irjen Pol. Widodo Eko Prihastopo, Gubernur Riau H Syamsuar, Danrem 031/WB Brigjen TNI Muhamad Fajar, Kapusbintal TNI Laksma TNI Budi Siswanto, Waaspers Panglima TNI Brigjen TNI Gunung Iskandar, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Rony Irianto Moningka dan Forkompinda Riau.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pesta Demokrasi Belum Usai, Tetaplah Meningkatkan Kesiapsiagaan


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler