Kecelakaan Maut, Pelajar 15 Tahun Ngebut Mobil 100 KM

Jumat, 21 Desember 2018 – 16:51 WIB
Police Line. foto: ilustrasi for sumeks

jpnn.com, GRESIK - Perjalanan bahagia lima pelajar asal Kota Bandar Lampung berakhir petaka kecelakaan. Toyota Avanza yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan maut di jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) Kamis (20/12). Dua pelajar meregang nyawa. Tiga lainnya luka-luka.

Dua korban tewas bernama Rafli Ade Pratama dan M. Fadil Akbar. Mereka kelas X SMA. Tiga korban luka adalah Tegar Adi Saputra, Faisal Abyan Rahim, dan sopir bernama M. Arifansyah.

BACA JUGA: Ambulans vs Mobil Dinas: Pasien, Staf dan Plt Kadisdik Tewas

Rata-rata berusia 15 tahun. Yang pasti, si sopir, Arifansyah, belum punya surat izin mengemudi (SIM).

"Mereka satu rombongan dalam Avanza," kata anggota Satlantas Polres Gresik Aiptu Zainuri.

BACA JUGA: Braaak! Ramadon Tewas saat Hendak Jemput Istri

Hasil pemeriksaan polisi menyebutkan, Arifansyah dan empat temannya baru pulang dari pelesir ke Bali. Tujuannya pulang ke Bandar Lampung.

Mereka pergi-pulang melalui perjalanan darat dengan Toyota Avanza bernopol BE 2962 TE.

BACA JUGA: Sopir Minibus Ngantuk, Braaakkk, Kecelakaan Maut

Nah, kecelakaan terjadi di ruas tol Sumo Km 719.400. Tepatnya, kawasan Desa Kepuhklagen, Kecamatan Wringinanom. Avanza menabrak bagian belakang truk tangki Pertamina.

Truk bernopol E 9238 YB yang disopiri Bayu Trianto, 45, itu melaju dengan kecepatan sedang. Arahnya sama. Dari Surabaya menuju Mojokerto.

Si sopir Avanza yang masih duduk di kelas X SMA tersebut tak bisa menguasai laju kendaraan. Mobilnya menghantam bagian belakang truk.

Bagian depan Avanza rusak parah. Dua penumpang tewas di lokasi kejadian. Yang meninggal adalah Rafli Ade Pratama.

Dia duduk di samping sopir. Adapun M. Fadil Akbar duduk persis di belakang Rafli. Keduanya tergencet bodi truk dan mengalami benturan hebat.

Di sisi lain, sopir dan dua penumpang lain selamat. Saat mengemudi, Arifansyah mengenakan sabuk pengaman. Dia terhindari dari maut.

Hingga berita ini ditulis tadi malam, ketiganya masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Citra Medika, Sidoarjo. Jenazah dua korban dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto.

Kanit PJR Jatim III Tol Sumo AKP Lamudji yakin sopir Avanza mengantuk. Perjalanan mereka jauh.

Kecepatan kendaraan juga diperkirakan tinggi. Akibatnya, sopir tidak bisa menguasai kendaraan. ''Itu pasti kecepatannya di atas 100 kilometer," paparnya.

Menurut Lamudji, ruas tol Sumo Km 720 hingga Km 715 merupakan titik rawan kecelakaan.

PJR sering mengimbau pengemudi untuk berhati-hati. Dalam waktu dekat, di lokasi itu akan dipasang pita kejut.

Lampu flashing juga diperbanyak. Lampu isyarat itu akan kedip-kedip sebagai peringatan agar hati-hati.

Mengapa di ruas itu sering terjadi kecelakaan? Menurut Lamudji, sebetulnya tidak ada persoalan dengan kontur jalan.

Memang ada sedikit tikungan. Namun, tidak tajam. "Yang utama adalah sikap pengendara yang harus ekstra waspada dan hati-hati. Kurangi kecepatan," tutur mantan Kanitlaka Polres Sidoarjo itu. (mar/c6/roz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kecelakaan Maut! Sekeluarga Tewas usai Beli Alat Sekolah


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler