Kecelakaan Maut! Sekeluarga Tewas usai Beli Alat Sekolah

Selasa, 18 Desember 2018 – 07:49 WIB
Mobil jenis Rush warna putih dengan nomor Polisi KH 1748 FE menabrak sepeda motor jenis Scoopy dengan nomor Polisi KH 5065 LU di Jalan Tjilik Riwut, kilometer 10. Foto: Warga for Radar Sampit/JPNN

jpnn.com, KOTAWARINGIN TIMUR - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Tjilik Riwut kilometer sepuluh, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Minggu (16/12).

Tiga nyawa melayang dalam tragedi itu. Mereka adalah Patmo beserta istri dan anaknya.

BACA JUGA: Berita Duka, Darmoko Meninggal Dunia di Pangkuan Istrinya

Peristiwa bermula ketika Patmo beserta istri dan anaknya yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy melaju dari Sampit menuju Palangka Raya.

Mereka bertabrakan dengan mobil Rush yang disopiri Rayuwanto yang melaju dari arah berlawanan.

BACA JUGA: Siswa SMP Meninggal Ditabrak Fuso, Astaga Kepalanya

Saat itu mobil yang dikendarai Rayuwanto tiba-tiba oleng dan masuk ke jalur berlawanan.

Jarak yang sangat dekat membuat Rayuwanto dan Patmo sama-sama tidak bisa mengindar.

BACA JUGA: Kecelakaan Maut, 2 Mahasiswa Meninggal Mengenaskan

Sepeda motor yang ditunggangi keluarga Patmo menabrak pintu tengah sebelah kiri mobil yang disopiri Rayuwanto.

Toney (9) yang merupakan anak Patmo meninggal di lokasi kejadian. Begitu juga dengan Ramadhani yang merupakan istri Patmo.

Sementara itu, Patmo meninggal dunia setelah dirawat di Puskesmas Kotabesi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Toney meninggal dunia tepat di bawah mobil.

Sepeda motor milik Patmo juga ada di kolong mobil. Ratusan warga berdatangan untuk melihat langsung peristiwa nahas tersebut.

Tidak ada satu pun dari mereka yang berani mengevakuasi korban. Beberapa karyawan yang berada dekat dengan lokasi kejadian akhirnya memberanikan diri untuk mengevakuasi jenazah.

”Kata pengemudi, mobil yang dikemudikannya melayang. Saat kejadian, cuaca memang cukup ekstrem. Angin kencang sekali,” kata warga bernama Jalaludin sebagaimana dilansir laman Prokal, Senin (17/12).

Jalaludin menduga keluarga Patmo sebelumnya ke Sampit untuk berbelanja peralatan sekolah.

Pasalnya, di dalam jok motor terdapat buku tulis dilengkapi dengan alat tulis baru.

Di sisi lain, Kasatlantas Polres Kotim AKP Yudha Setiawan mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus itu.

“Karena itu, biarkan kami bekerja terlebih dahulu,” kata Yudha. (sir/yit)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Romeo Cuma Pasrah Lihat Pacarnya Dicabuli Pria Sontoloyo


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler