Kejadian Langka, Pelatih Southampton Sampai Meneteskan Air Mata

Selasa, 05 Januari 2021 – 17:34 WIB
Dokumentasi: Manajer Southampton Ralph Hasenhuettl selepas timnya dikalahkan Manchester United dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion St. Mary', Southampton, Inggris, Minggu (29/11/2020). (ANTARA/REUTERS/POOL/Adam Davy)

jpnn.com, INGGRIS - Pelatih Southampton Ralph Hasenhuettl tak kuasa menahan rasa haru dan kegembiraan saat anak-anak asuhnya berhasil melumat Liverpool 1-0.

Hasenhuettl meneteskan air mata kegembiraan dan berlutut saat peluit akhir berbunyi, Senin waktu setempat atau Selasa (5/1) WIB.

BACA JUGA: Marc Klok Pertanyakan Profesionalisme PSSI

The Saints berhasil menaklukkan Liverpool, berkat gol satu-satunya yang dicetak Danny Ings.

Perayaan emosional pelatih asal Austria itu mungkin membuat beberapa penggemar berpikir Southampton baru saja mengamankan gelar Liga Premier.

BACA JUGA: Atletico Depak Real Madrid Dari Puncak Klasemen

Namun, kemenangan atas Liverpool adalah kejadian langka bagi The Saints dan pantas dirayakan Hasenhuettl yang mengambil alih klub pantai selatan pada 2018 itu.

"Ada air mata di mata saya, karena angin!," ujar Hasenhuettl bercanda kepada BBC Sport seperti dikutip Reuters.

BACA JUGA: AC Milan Tak Rela Posisi Puncak Dihuni Inter, Akhirnya Direbut Kembali

"Ketika Anda melihat tim kami berjuang dengan semua yang mereka miliki, itu membuat saya sangat bangga. Anda harus memiliki permainan yang sempurna untuk melawan Liverpool dan saya pikir kami memang memiliki itu."

Tim asuhan Hasenhuettl dipaksa bertahan dalam waktu lama di babak kedua.

Ia mengakui timnya harus bekerja keras saat tambahan waktu hingga akhirnya mampu mengakhiri pertandingan dengan kemenangan.

"Rasanya kami berada di bawah tekanan besar dan pertahanan di sekitar kotak penalti adalah kuncinya hari ini, kemudian tetap mencoba dan bermain tenang. Kami melakukannya dengan cara yang baik," katanya.

Sebaliknya dari pihak Liverpool, pelatih Juergen Klopp merasa sangat frustrasi setelah trio penyerang Roberto Firmino, Mohamed Salah dan Sadio Mane gagal mencetak gol meski mendominasi penguasaan bola di babak kedua.

"Apa yang mengecewakan? Berapa lama waktu yang kita punya?" katanya kepada BBC.

"Di awal, jelas, bukan hanya soal gol tapi awal secara umum. Selamat untuk Southampton, mereka pantas mendapatkannya."

Pelatih asal Jerman berusia 53 tahun itu mengatakan bahwa timnya tahu apa yang diharapkan dari Southampton, namun timnya terjebak di awal pertandingan tidak bisa mengembalikan ke permainan terbaik.

"Di awal, bagaimana kami bermain, di mana kami kehilangan bola - ini bukan ilmu roket. Kami seharusnya melakukan lebih baik. Kami bermain di tangan mereka dari awal," katanya.

"Mereka adalah para pemain yang luar biasa, tetapi mereka tidak siap sejak awal." (Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler