jpnn.com, JAKARTA - Aktivis Kepemudaan Chrisman Damanik menilai penetapan tersangka mafia migor oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), mengindikasikan penegakkan hukum saat ini sedang mengarah lebih baik.
Terlebih, salah satu dari empat orang tersangka merupakan seorang pejabat tinggi negara.
BACA JUGA: Kembali Jadi Korban KDRT, Medina Zein: Ngasih Nafkah Saja Enggak, Istri Digebuki, Ani-ani Disayang
Yakni Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen Daglu Kemendag) bernama Indrasari Wisnu Wardhana.
“Ini terlihat bahwa hukum kita saat ini semakin baik bisa ditegakkan sampai ke atas bukan hanya ke bawah,” kata Chrisman.
BACA JUGA: Rektor Unpar: Presiden Jokowi Tegas dan Berkomitmen Dalam Penegakan Hukum
Crisman menilai terkuaknya mafia migor juga merupakan sebuah kemajuan yang sangat berarti.
Dalam kasus ini, terlihat jelas ketegasan kepemimpinan Jokowi dalam komitmennya untuk menegakkan hukum.
BACA JUGA: Ogah Punya Pacar Berbadan Besar, Nikita Mirzani: Montok, Gue Enggak Diapa-apain
Di tambah lagi minyak goreng merupakan salah satu komoditas yang penting untuk masyarakat.
Sehingga keberadaannya menjadi vital lantaran mampu mempengaruhi kondisi perekonomian masyarakat.
“Ini suatu kemajuan hukum di masa pemerintahan Jokowi yang menegakkan hukum tanpa melihat jabatan,” ucap Chrisman.
Senada dengan Chrsiman, Ketua Kejaksaan RI Barita Simanjuntak mengatakan kesuksessan Kejagung mengungkap para tersangkan menjadi bukti ketegasan Jokowi.
Menurut Barita, instruksi Jokowi kepada para penegak hukum sangat jelas dan terarah.
Sehingga imbasnya bisa memacu kinerja dengan bergerak cepat mengusut tuntas hingga menangkap para pelaku utamanya.
“Presiden Jokowi sebagai pemimpin eksekutif tertinggi memberikan arah penegakkan hukum. Beliau sudah katakan tidak akan main-main dengan mafia minyak goreng. Kalau presidennya ragu-ragu, pengungkapan kasus ini tentu tidak akan terlaksana,” seru Barita.(chi/jpnn)
Redaktur & Reporter : Yessy Artada