Kejaksaan Pastikan Takkan Nebis In Idem

Rabu, 26 September 2012 – 08:45 WIB
JAKARTA- Wakil Jaksa Agung Darmono memastikan takkan ada penuntutan ganda terhadap kasus korupsi simulator SIM di Korlantas Polri, yang kini tengah jadi rebutan KPK dan Mabes Polri. Kejaksaan selaku peneliti berkas untuk kasus pelimpahan dari kepolisian, suatu saat nanti akan menentukan sikap.

"Tidak ada penuntutan terhadap seseorang untuk kedua kalinya dalam kasus yang sama," kata Darmono, saat dihubungi wartawan Selasa (25/9). Dengan begitu,  seorang terdakwa tak bisa dituntut dua kali untuk kasus yang sama atau nebis in idem.

Meski begitu, mantan Kajati DKI Jakarta ini tak berani memastikan bahwa pemeriksaan berkas yang dilakukan bagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung  akan berujung pada persidangan.

"Jangan ambil kesimpulan sendiri. Kan berkas sekarang masih dipelajari oleh jaksa peneliti dan belum ada kesimpulan apa cukup alasan atau tidak untuk dilimpahkan  ke pengadilan," tegas Darmono.

Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Andhi Nirwanto,menyebutkan, hingga Senin (17/9) lalu, pihaknya telah menerima pengantar berkas pemeriksaan 3 tersangka yakni Brigjen Didik Purwanto, Kompol Legimo dan Budi Santoso.

Oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri, ketiganya dijerat tuduhan korupsi sesuai Pasal 2 dan 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dua berkas tersangka lain yang belum tuntas atas nama Ketua Pengadaan Simulator SIM yakni AKBP Teddy Rusmawan dan Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukotjo S Bambang.

Sementara KPK menetapkan mantan Kepala Korlantas Polri Irjen Djoko Susilo sebagai tersangka sejak 27 Juli 2012. Status serupa kemudian didapat  Wakakorlantas Brigjen Didik Purnomo selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, pemenang tender Budi Susanto, dan subkontraktor, Sukotjo S Bambang.
Tanggal 1 Agustus 2012, Polri juga menetapkan lima tersangka korupsi simulator SIM. Mereka adalah Didik Purnomo; Ketua Pengadaan Simulator SIM yakni AKBP Teddy Rusmawan; dan Bendahara Korlantas Polri Kompol Legimo. Dari sawasta, Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA) Budi Susanto; dan Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI) Sukoco S Bambang. (pra/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... KPK Beri Sinyal Periksa Kapolri

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler