Keji! 33 Penumpang Kereta Tewas Dibantai di Stasiun

Minggu, 02 Maret 2014 – 09:16 WIB
Para korban tewas yang bergelimpangan dan bersimbah darah dalam peristiwa pembantaian di Stasiun Kumning, Yunan Tingkok, Sabtu (1/3). FOTO: ist

jpnn.com - YUNNAN -  Provinsi Yunnan Tiongkok Berduka. Peristiwa pembantaian brutal yang menewaskan puluhan warga terjadi di depan umum terjadi di sana.

Para korban itu adalah penumpang dan calon penumpang yang sedang berada di Stasiun Kumning, Provinsi Yunnan. 

BACA JUGA: Mayat Bangkit sebelum Dibalsam

Setidaknya 33 orang dilaporkan tewas mengenaskan dengan bersimbah darah di beberapa lokasi di stasiun. Misalnya di ruang tunggu, loket hingga di jalanan sekitar stasiun. Tak hanya itu 162 orang dilaporkan mengalami luka serius akibat penyerangan itu. 

Menurut polisi setempat, pelaku pembantian itu adalah kelompok orang tak dikenal yang bersenjatakan pisau dan senjata tajam jenis lainnya. Para pelakujuga berpakaian serba hitam-hitam. 

BACA JUGA: Monyet Bali Mendunia karena Berselfie

Dilansir Xinhua News Agency, peristiwa itu terjadi Sabtu (1/3) sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Kala itu kesibukan di salah satu stasiun terbesar di bagian barat daya Tiongkok berlangsung seperti biasa.

Tiba-tiba suara teriakan pecah setelah datang segerombolan menggunakan pisau dan menyerang para pengguna jasa kereta itu.

BACA JUGA: Evakuasi Seluruh Kota

"Saya melihat orang-orang itu datang membawa pisau panjang dan menyerang orang-orang disana. Saya langsung teriak dan lari bersama yang lainnya," kata Yang Haifei, seorang penumpang yang kala itu berada di lokasi kejadian seperti dilansir Daily Mail. 

Ternyata meraka tak hanya menakut-nakuti. Tapi benar-benar berbuat brutal nan keji. Orang-orang di sana dibantai pakai pisau. Karena memang tak punya senjata untuk membela diri, para korban itu pun bertumbangan. 

Berdasarkan foto yang diunduh media setempat tampak para korban itu tergeletak bersimbah darah. 

Polisi setempat belum memberikan keterangan resmi terkait pembantaian ini. Mereka juga belum bisa memastikan apakah peristiwa ini murni kriminal atau aksi terorisme dari kelompok pemberontak di Tiongkok. 

Aksi ini pun langsung mendapat perhatian dari Presiden Tiongkok Xi Jinping. Dia mendesak aparat kepolisian segera mengungkap siapa pelaku pembantaian ini. "Mereka harus dihukum sesuai hukum," kata Xi Jinping. (mas/dailymail)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tunda Bantuan untuk Uganda Karena UU Antihomoseksual


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler