Kekasih Desak Vladimir Putin Mengundurkan Diri?

Jumat, 06 November 2020 – 17:20 WIB
Vladimir Putin. Foto; AFP

jpnn.com, MOSKOW - Sumber di Moskow yang dekat dengan Presiden Vladimir Putin mengklaim pemimpin Rusia berusia 68 tahun itu telah mengalami gejala parkinson.

Pengamat Kremlin juga manganalisis video baru-baru ini yang menunjukkan Putin mulai memperlihatkan tanda-tanda kelemahan di tangannya, kesulitan memegang pena, serta terus-menerus menggerakkan kakinya.

BACA JUGA: Wanita Ini Menunggu Pelanggan di Gang Kuburan, yang Datang Bukan Sosok Diharapkan

Laman Daily Express yang menbgutip The S7 menyebut Putin sudah menyiapkan rencana pengunduran dirinya pada awal 2021 dengan alasan kesehatan.

Selain itu, menurut sumber, Putin juga mendapatkan desakan dari pasangan dan putrinya agar mundur dari kekuasaan.

BACA JUGA: Putin Akui Rusia Ingin Mengintervensi Krisis di Belarusia

Kekasih Putin, mantan pesenam Rusia Alina Kabaeva (37), telah memintanya mundur dari kekuasaan.

Spekulasi mengenai masa depan kekuasaan Putin berkembang awal pekan ini saat sebuah undang-undang dirancang untuk menjadikannya senator seumur hidup ketika dia mengundurkan diri dari posisi presiden.

BACA JUGA: Bagi Para Penjemput Habib Rizieq, Tolong Simak Imbauan Kombes Pol Erdi

Legislasi yang diperkenalkan sendiri oleh Putin itu sedang disahkan melalui parlemen guna menjamin kekebalan hukum untuknya dari penuntutan, sekaligus menyediakan tunjangan negara sampai dia meninggal.

Ilmuwan politik di Moskow Profesor Valery Solovei menyebut Putin juga sudah menyiapkan nama perdana menteri baru yang akan menggantikannya.

Staf kepresidenan Rusia telah berulang kali menolak desas-desus tentang kemungkinan mundurnya Putin.

Sementara itu, Putin sendiri rutin merilis foto-foto dirinya yang tampak bugar dan kencang dalam pose sedang berburu, menembak, menunggang kuda, dan bermain hoki es.

Mengenai rancangan undang-undang untuk menjadikan Putin senator seumur hidup, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskor mengatakan bahwa hal itu lumrah di banyak negara. (rdo/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler