Kelud Aktif Normal, tapi Waspadai Lahar Dingin

Minggu, 10 Agustus 2014 – 10:23 WIB
Gunung Kelud. FOTO: getty images

jpnn.com - KEDIRI – Enam bulan setelah erupsi pada 13 Februari lalu, status Gunung Kelud akhirnya diturunkan dari waspada menjadi aktif normal. Hal itu terjadi setelah semua indikator pengukuran seismik maupun deformasi gunung menunjukkan tanda normal.

Menurut Khoirul Huda, petugas Pos Pengamatan Gunung Api Kelud di Dusun Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, penurunan status tersebut ditetapkan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pukul 12.00 Jumat (7/8) dan suratnya baru dibuat Jumat kemarin (8/8). ’’Semua kembali normal,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

BACA JUGA: Potensi Taman Wisata Alam Km 14, Sorong

Khoirul mengungkapkan, penurunan status itu didasarkan pada pertimbangan bahwa aktivitas vulkanis gunung api tersebut kini kembali normal. Hal itu dilihat lewat pengukuran seismik dan deformasi. ’’Semuanya sudah normal lagi,’’ katanya.

Dengan bertatus aktif normal, lanjut Khoirul, PVMBG tidak membatasi lagi daerah steril. Sebelumnya, saat berstatus waspada, pengunjung hanya boleh beraktivitas dalam radius 3 kilometer (km). Meski demikian, kata Khoirul, pengunjung tetap dilarang berada di titik aktivitas puncak Kelud. ’’Di situ yang tidak boleh,’’ tegasnya.

BACA JUGA: Paskibra Keracunan, Muncul Bentol Merah di Tubuh Korban

Bagaimana dengan potensi lain? Misalnya, letusan sekunder sebagaimana yang terjadi beberapa waktu lalu? Khoirul mengungkapkan, letusan sekunder disebabkan hujan dan dipengaruhi suhu endapan material Kelud. Selama tidak ada hujan, kata Khoirul, letusan sekunder tidak akan terjadi. ’’Suhu endapan pun harus turun. Itu syarat terjadinya letusan tersebut,’’ jelasnya.

Potensi lain yang juga harus diwaspadai adalah lahar dingin. Menurut Khoirul, material lahar kini masih menumpuk di sekitar puncak gunung setinggi 1.731 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut. ’’Kalau hujan deras, lahar dingin masih ada,’’ ucapnya.

BACA JUGA: Akibat Korsleting, Pabrik Terbakar

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Kediri M. Haris Setiawan menyatakan, pihaknya belum menerima surat resmi dari PVMBG soal penurunan status Kelud hingga kemarin siang. Namun, kepastian terkait dengan status Kelud yang kini menjadi aktif normal sudah dikonfirmasi PVMBG. ’’Nanti sore (8/8) surat resminya baru akan dikirim,’’ paparnya.

Mengenai hal itu, lanjut Haris, pemkab akan melakukan evaluasi. Terutama menyangkut keselamatan pengunjung. Sebab, meski sudah tidak ada lagi batasan radius berbahaya, kondisi di sekitar puncak Kelud belum sepenuhnya normal. ’’Material batu dan pasir masih menumpuk banyak,’’ ungkapnya.

Dalam evaluasi tersebut, tutur Haris, pihaknya akan membersihkan material-material itu. Jadi, beberapa hari mendatang puncak Kelud bisa dikunjungi lagi. Demi keamanan wisatawan, saat ini pemkab masih memberlakukan radius aman sejauh 3 km. ’’Harus bersih dulu. Baru batasan tersebut kami cabut,’’ paparnya. (baz/JPNN/c15/dwi)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pembuang Bayi Diburu Polisi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler