Kemampuan Literasi Digital Guru & Tenaga Pendidik Meningkat, Siswa Makin Cakap

Minggu, 11 Juni 2023 – 21:08 WIB
Kemenkominfo RI bekerja sama dengan Diskominfo Kota Denpasar mengadakan kegiatan Training of Trainer (ToT) pembentukan pandu digital sektor pendidikan untuk guru, kepala sekolah, dan tenaga pendidik. Foto dok. Kemenkominfo

jpnn.com, JAKARTA - Ratusan guru, kepala sekolah, dan tenaga pendidik di Kota Denpasar mengikuti kegiatan Training of Trainer (ToT) pembentukan pandu digital sektor pendidikan.

Kegiatan besutan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Denpasar ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam literasi digital sektor pendidikan dengan menjadi pendamping pemanfaatan teknologi informasi komunikasi (TIK). 

BACA JUGA: Mbak Puan Akan Bertemu AHY, Ini Hal Penting

"Kegiatan ini diharapkan membuka kesempatan peningkatan kapasitas bagi guru dan tenaga pendidik dalam bentuk pelatihan dari praktisi TIK," kata Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dalam keterangannya dikutip Minggu (11/6).

Dia menuturkan negara yang mengembangkan sektor ekonomi digital harus mempersiapkan generasi muda produktif dengan dukungan literasi digital dan pemberdayaan masyarakat. Masa depan industri digital berada di generasi muda, salah satunya jenjang SMP. 

BACA JUGA: Gelar RUPST & Public Expose, Phapros Bagikan Dividen 40 Persen dan Fokus Kembangkan Digitalisasi

Sekolah,. lanjutnya, memiliki peran penting sebagai lembaga pendidikan untuk bersaing secara internasional maupun nasional. Adanya literasi digital diharapkan makin cakap digital. 

"Sekolah dibutuhkan untuk mendukung pemberdayaan literasi digital di kalangan guru, dengan begitu generasi muda dapat bersaing sehingga meningkatkan ekonomi digital,” tutur Arya Wibawa.

BACA JUGA: Minta Formasi PPPK, Honorer Tendik Melobi Kemendikbudristek, KemenPAN-RB, DPR, Semangat!

Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pendidikan Bambang Tri Santoso menyampaikan bahwa Gerakan Nasional Literasi Digital sudah bergulir sejak 2019, dengan target di segmen pendidikan tahun ini sebanyak 250 ribu insan pendidikan yang terpapar literasi digital melalui perguruan tinggi dan SMK. Untuk mencapai target tersebut perlu kolaborasi dari pemerintah, bisnis, akademik, komunitas/masyarakat, dan media. 

"Kami berharap kolaborasi dapat dijalani dengan baik, dukungan dari kota Denpasar sangat dibutuhkan untuk menyasar sekolah dan perguruan tinggi di Denpasar," ujar Bambang.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi seminar yang diisi oleh pemateri dari Kepala Diskominfo Kota Denpasar, IB Alit Adhi Merta; Ketua Umum Relawan TIK (RTIK) Indonesia dan Pandu Digital Utama, Fajar Eri Dianto; Mafindo perwakilan Bali, Indria Trisni Puspita; dan I Wayan Putra Sanjaya, Kepala Bidang Kurikulum dan Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar.

Seminar diawali dengan materi Strategi Pemerintah Membangun Literasi Digital dengan 4 Pilar oleh IB Alit Adhi Merta. Adhi menyampaikan sekitar 91% penduduk Denpasar adalah pengguna telepon seluler di mana angka tersebut merupakan angka yang tinggi. Hal itu membuat persebaran Informasi menjadi makin besar dan luas sehingga perlu diberikan pemahaman pilar literasi digital.

Fajar Eri Dianto dalam materi Netizen Produktif Makin Cakap Digital, menyampaikan bahwa teknologi tidak menjerumuskan, bahkan masyarakat yang melek digital akan menaikkan image Indonesia di mata dunia. 

"Metode belajar harus diubah. Tujuan mengerti teknologi bukan hanya untuk membuat kita pintar, tetapi juga untuk anak-anak didik menjadi lebih baik.” jelas Fajar.

Fajar juga menerangkan peran Pandu digital dalam mendukung literasi digital, yaitu menjadi mentor dan konsultan dalam mendampingi penerapan teknologi yang aman, nyaman, tidak menjerumuskan.

Materi dilanjutkan Indria Trisni Puspita yang membawakan paparan mengenai Pilar Keamanan Digital. Indria menuturkan di era sekarang ini, segala aktivitas bisa diakses karena adanya kemudahan digital. Berbeda dengan zaman dulu yang segalanya serba manual, bahkan tanpa mencari, banyak informasi yang bisa didapatkan melalui media sosial. 

I Wayan Putra Sanjaya menutup seminar dengan materi mengenai Urgensi Penerapan Literasi Digital di Lingkungan Sekolah. Dia menjelaskan bahwa literasi digital menjadi hal yang urgen dari dunia pendidikan karena dibutuhkan kompetensi peserta didik atau generasi muda agar mereka tidak menjadi penyebar berita bohong, membangun generasi yang bijak bermedia sosial. Di samping menumbuhkan peserta minat peserta didik dalam mengakses media sosial ke arah yang positif. 

“Literasi digital memiliki dampak positif bagi siswa, yaitu dapat mengubah pola pikir dalam memanfaatkan media, menambah insight untuk belajar sehingga memiliki kemampuan digital, memahami perkembangan dunia digital yang pesat, serta adanya studi media,” tutur Putra. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 5 Berita Terpopuler: Kuota CPNS & PPPK 2023 Lumayan Banyak, Guru Berapa? Simak Perinciannya


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler