Kemarau Terparah Sejak 1975, Perburuk Hasil Panen Gabah

Senin, 07 September 2015 – 03:59 WIB

jpnn.com - SERANG - Kemarau panjang menyebabkan hasil pertanian puluhan petani di Desa Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang turun drastis.

Ketua kelompok tani di Sawah Luhur, Kayan (67) mengatakan, kekeringan yang terjadi tahun ini berdampak buruk terhadap 300 hektar sawah. Di lain, petani tidak sanggup membiayai fasilitas penyedot air agar areal persawahan mereka tetap teraliri air.

BACA JUGA: Tengkorak Balita Ditemukan di Pipa Pancang Jembatan Mahakam Kembar

"Biasanya, dari satu haktar sawah, petani bisa menghasilkan 4-5 ton gabah. Namun, dengan terjadinya kekeringan, pertumbuhan padi tidak stabil sehingga hanya menghasilkan sekitar 5 kwintal per hektar," ujarnya.

Penyebab penurunan produksi, kata dia, karena petani harus memanen padi lebih awal. Jika tidak, khawatir malah mati, sehingga mengakibatkan kerugian yang lebih besar.

BACA JUGA: Lima Rumah Tiba-tiba Ambruk Bukan Diterjang Puting Beliung

"Kami terpaksa memanen lebih awal karena khawatir tanaman padi mati, akibat kekurangan air. Makanya wajar, hasil panen tidak maksimal," ucapnya.

Selain hasil panen berkurang drastis, kata dia, kualitas padi tahun ini tidak maksimal, karena padi berwarna kehitaman dan beras pun tidak sebaik yang biasanya. Menurut Kayan, kekeringan tahun ini terparah sejak 1975.(cr/aep)

BACA JUGA: Berkas Kasus Tiga Polisi Bunuh Bos Jamu Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hahaha, Curi Jaket Anggota Dewan demi Keren di Depan Pacar, Begini Jadinya...


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler